Rabu, 18 Mei 2011

Demi Cinta





Waktu akan tetap berjalan sebagaimana mestinya
Demi Cinta yang Allah berikan untukku
Aku akan menjaganya hingga tak kubiarkan
Dia merasa cemburu padaku
Demi Cinta Allah padaku
Akan kupupuk dan kusiram
Agar Allah selalu menjaga hatiku dari hal-hal yang sia-sia

Waktu akan berjalan sebagaimana mestinya
Demi Cinta Allah padaku
Akan kujaga kehormatan dan kesucian hatiku
Hingga akhirnya aku dipertemukan
Dengannya pasangan hidupku
Lelaki sholeh yang akan membawaku
Menuntunku ke jalan Rabbku

Mungkin esok, pekan depan, bulan depan atau tahun yang akan datang
Biarlah kesabaran membersamaiku
Dan tetap kubiarkan jiwaku bergerak dan bergerak
Dalam lingkup dakwah, untuk Allah dan RasulNya

Tak berharap segera dijemput
Namun biarkanlah waktu yang tepat yang memutuskan
Sembari perjuangan panjang menjemput impian masa depan
Sembari berjuang tanpa henti mewujudkan cita-cita


**)) Inspirasi dari seorang sahabat baikku, jazakillah ukhti sudah mau berbagi. Biarlah tulisan hanya sekedar tulisan. semoga meskipun hanya sebatas tulisan, bukan tulisan tanpa makna...

Selasa, 17 Mei 2011

Biarlah Semangat dan Ikhlas Menyusul Kita....

Banyak yang mendengung-dengungkan kata-kata "SEMANGAT" satu sama lain. Atau yang bersuara lantang pada diri sendiri, sebagai sebuah simbolis kebangkitan dan bangkit dari sebuah kerapuhan. Lazim, dan sepertinya lumrah. Bukan rahasia umum atau bahkan ya memang sudah menjadi kebiasaan.

Semangat... dia tak harus hadir di awal sebuah perjuangan. Terkadang malah yang terjadi, perjalanan kehidupan kita tak jarang, bukan karena pilihan hidup kita, bukan karena kesenangan kita pribadi. Tapi justru diluar dugaan kita. Iya atau tidak, setidaknya itu yang saya alami selama ini. Banyak hal yang harus saya kerjakan bukan karena saya yang lebih dulu menyenanginya, tapi karna Allah menentukan lain, Allah memberikan jalan perjuangan yang lain, dari arah yang tidak terduga. Sehingga, tak jarang pula ketika harus menjalankan sebuah tugas perjuangan yang telah ditentukan, semangat itu tak jarang datang belakangan. Soal senang atau tidak, sama dengan masalah perasaan atau yang kata orang bernama "Cinta". ya, seperti ungkapan dalam bahasa jawa "Witing Trisno Jalaran saka Kulino". Ya, lama kelamaan kitapun akhirnya akan menyukai pekerjaan kita, amanah kita. Meskipun diawalnya akan terasa berat, kekecewaan karna tak sesuai dengan harapan, Namun ketahuilah, karna sesungguhnya kita tetap wajib mensyukurinya. Karena... Karena kita bukanlah orang-orang biasa yang mengerjakan apa yang mereka sukai, yang mereka inginkan. Karena setiap langkah kita bukan asal, kita berharap bahwa langkah kita meskipun tertatih sekalipun, selalu ada petunjuk dari Sang Penguasa Kehidupan.

Sama halnya dengan keikhlasan, terkadang iapun tak datang bersamaan ketika langkah pertama mulai tergerakkan. Atau mungkin setelah usaipun, keikhlasan juga belum jua hadir menemani langkah-langkah kerja keras menuju sebuah titik penyelesaian.

Begitu bahagianya mereka yang melaksanakan tugasnya atas dasar suka, senang dan cinta. sehingga semangat dan keikhlasanpun tak perlu dicari terlalu jauh, ibarat harta karun, ia tak perlu dicari susah-susah sampai menggali tanah.

Satu hal yang selalu menjadi penyemangatku kawan, diujung sebuah ketidakikhlasan bahkan ketiadaan sebuah asa yang berkecambah, ketika tak ada lagi semangat yang mampu menggerakkan langkah-langkahku yang masih terbatas. Aku masih sangat ingat pesan yang tersimpan lekat "Tetaplah bekerja dan berkarya meski tak ada kata semangat, tetaplah bekerja dan berkarya meski diri dalam batas keputusasaan yang tak berarti... dan tetaplah seperti itu, karna kau tahu, Semangat akan mengikutimu dengan sendirinya, keikhlasan akan hadir menyertainya, tetaplah bekerja, luruskan niat-niat itu, karna langkah kita bukan untuk duniawi semata, karna disana...diujung niat itu hanya untuk Allah dan RasulNya,"

Dan bersyukurlah, ketika semangat dan keikhlasanmu telah datang lebih awal, membersamaimu dengan berawalnya langkah perjuangan itu. Maka, teruslah meminta... teruslah meminta kepada Sang Penggengam Kehidupan. Mintalah untuk menjadikan jiwa-jiwa kita menjadi bagian keistiqomahan yang tak berujung, biarkan dia menyala, biarkan ia tumbuh dengan semestinya. Berikan bahan bakar agar nyalanya tak pernah padam, siram dengan airmata ibadah kita, padaNya... Allah Azza Wajalla, agar dia tumbuh subur tak berhama
" Ya Rabb, berikanlah kekuatan disaat kuat dan lemahku, jangan biarkan jiwaku melemah, sempurnakanlah ikhtiar ini... agar semakin banyak kontribusi hamba untuk dakwah, mudahkanlah dan istiqomahkanlah Ya Rabb... Aamiin"

Kamis, 05 Mei 2011

Aku Mencintaimu

Aku belum pernah melihatmu
Aku juga belum pernah tahu siapa dirimu
Yang aku tahu engkau adalah saudaraku

Aku belum pernah memandangmu
Aku juga belum pernah berbincang denganmu
Yang aku tahu, aku merasa dekat dengamu

Rasanya tak ada kata selain Alhamdulillah
Segala puji bagi Allah yang menjadikamu saudaraku
Yang menjadikanmu bagian dari hidupku
Meski tak ada ikatan darah antara engkau dan aku
Tapi.. Akupun sangat ingat
Bahwa ikatan aqidah itu lebih kuat

Mudah bagi Allah untuk menjadikan hamba-hambaNya saling mengenal dan mencintai
Tapi mudah pula bagi Allah yang menjadikan hati-hati kita saling membenci dan bercerai berai
Dan semoga Allah cukup menjadikan hati-hati kita untuk saling mencintai dan memberi
Dengan sepenuh hati

Dari hati yang terdalam
Aku tak mampu untuk menunggu lama
Untuk menyatakan cinta padamu
Ya.. Aku mencintaimu
Aku mencintamu karena Rabbku
Aku mencintaimu karna Allah

Lalu,,, jangan lupakan aku
Dalam setiap doa-doa panjangmu

Ya Allah,
Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta padaMu,
telah berjumpa dalam taat padaMu,
telah bersatu dalam dakwah padaMu,
telah berpadu dalam membela syari’atMu.
Kukuhkanlah, ya Allah, ikatannya.
Kekalkanlah cintanya. Tunjukilah jalan-jalannya.
Penuhilah hati-hati ini dengan nur cahayaMu yang tiada pernah pudar.
Lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan keimanan kepadaMu dan keindahan bertawakkal kepadaMu.
Nyalakanlah hati kami dengan berma’rifat padaMu.
Matikanlah kami dalam syahid di jalanMu.
Sesungguhnya Engkaulah sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong.
Ya Allah. Amin. Sampaikanlah kesejahteraan, ya Allah, pada junjungan kami, Muhammad,
keluarga dan sahabat-sahabatnya dan limpahkanlah kepada mereka keselamatan.

*)) Ukhti.. terimakasih telah menjadi bagian dari hidupku, terima kasih berkenan menjadi saudaraku... Terimakasih telah menerima ribuan kata yang tertulis pada malam2 yang telah berlalu. Bukan sekedar solusi, tapi itu penguatan yang sangat berarti... Luv u ukhti sholehah.  
Semoga persaudaraan ini tak hanya di dunia, tapi juga nanti sampai ke surga...


Malang 6 Mei 2011
Pagi nan Indah


Rabu, 04 Mei 2011

Ajang Balas Dendam??? Naudzubillah

Sampai bosan sebenarnya kalau mau bahas topik ini. saya pikir juga banyak banget artikel-artikel yang mengangkat topik ini. Antara geli, jengkel, sebel dan Csannyalah. Yang pasti, bukan ekspresi seneng, bahagia, atau hepi2 tiada tara. Kayaknya terakhir tahun lalu, topik seperti ini saya angkat, untung bukan buat bahan penelitian TA..hehe.

Oke.. Bahasan ini sepertinya tidak akan pernah habis. Karna mungkin ketika selesai di bahas, akan adalagi mode dan trend barunya namun dengan tema yang sama. Lhah, emang ni ngomongin apaan sih, kok mode sama trend segala. tapi emang seperti itu kok adanya, kadang malah mengkhawatirkan (denger-denger sih gitu). Apalagi kalo udah di dunia maya. Mulai dari YMan, FBan, MPan, atau juga smsan. Seringnya sih gitu, soalnya kalau ketemu langsung biasanya tuh nunduk kayak nyariin koin jatuh di tanah, sampai-sampai saking pingin jaga pandangan nggak liat kal di depannya tuh ada selokan...hehe (nggak nyambung ah).

Bener nggak sih, dunia maya tu ajang balas dendamnya Akhwat sama Ikhwan??? Suka-suka yang mau jawab deh untuk pertanyaan ini. Denger-denger sih ada cerita "Cinta bermula dari Chatting, FB dan koleganya". Berawal dari iseng-iseng komen di status Ikhwan-akhwat, berawal dari bercanda di dunia maya yang dianggap biasa. dan mungkin juga tanpa terasa saling memberikan perhatian-perhatian yang berlebihan. Berlanjut jadi ngasih motivasi, ngingetin buat sholat malam, makan, minum (pliis deh, siapa sih lu??? emak bapak guwe aja nggak gitu-gitu amat)... Ya.. gitulah pokoknya. tahukan maksud arahnya kemana???

Boleh apa nggak sih??? Jawab sendiri aja deh, tanyakan pada hati yang terdalam. “Mintalah fatwa pada jiwamu. Mintalah fatwa pada hatimu (beliau mengatakannya sampai tiga kali). Kebaikan adalah sesuatu yang menenangkan jiwa dan menentramkan hati. Sedangkan kejelekan (dosa) selalu menggelisahkan jiwa dan menggoncangkan hati.” (HR. Ad Darimi 2/320 dan Ahmad 4/228, hasan lighoirihi).

Insya Allah semua juga sudah saling mengerti, nggak tahu juga sih closing yang mau diambil dari tulisan ini itu apa. Soalnya, bingung juga. Semoga bukan sekedar tulisan basa-basi tanpa isi. Semoga, ada bagian yang menjadi pertimbangan untuk menuju ke arah lebih baik. Sebagai koreksi penulis juga, semoga yang nulis juga nggak demikian... Aamiin.

Selanjutnya, silahkan mengambil sikap masing-masing. Mau ngapain setelah ini, mau makan, mau minum, berangkat kerja..monggo (halah..mulai deh). Artinya, silahkan disikapi sendiri dengan bijak, bila memang kondisinya ada yang perlu kita perbaiki, segera perbaiki dan jangan ditunda, bila memang sudah dalam koridor yang benar, pertahankan dengan keistiqomahan. Bila memang harus lebih banyak lagi untuk belajar, sekarang saatnya untuk terus menggali ilmu, menjadi lebih baik lagi. Bila memang faktanya tampak demikian, pilihannya ada pada kita, akankah kita terdiam atau memperbaiki keadaan. Yang pasti, kita harus tetap saling mengingatkan dalam kebaikan dan kesabaran. Alur yang tidak jelas, penulis hanya mampu berkata maaf.

Malang 5 Mei 2011