Rabu, 04 Mei 2011

Ajang Balas Dendam??? Naudzubillah

Sampai bosan sebenarnya kalau mau bahas topik ini. saya pikir juga banyak banget artikel-artikel yang mengangkat topik ini. Antara geli, jengkel, sebel dan Csannyalah. Yang pasti, bukan ekspresi seneng, bahagia, atau hepi2 tiada tara. Kayaknya terakhir tahun lalu, topik seperti ini saya angkat, untung bukan buat bahan penelitian TA..hehe.

Oke.. Bahasan ini sepertinya tidak akan pernah habis. Karna mungkin ketika selesai di bahas, akan adalagi mode dan trend barunya namun dengan tema yang sama. Lhah, emang ni ngomongin apaan sih, kok mode sama trend segala. tapi emang seperti itu kok adanya, kadang malah mengkhawatirkan (denger-denger sih gitu). Apalagi kalo udah di dunia maya. Mulai dari YMan, FBan, MPan, atau juga smsan. Seringnya sih gitu, soalnya kalau ketemu langsung biasanya tuh nunduk kayak nyariin koin jatuh di tanah, sampai-sampai saking pingin jaga pandangan nggak liat kal di depannya tuh ada selokan...hehe (nggak nyambung ah).

Bener nggak sih, dunia maya tu ajang balas dendamnya Akhwat sama Ikhwan??? Suka-suka yang mau jawab deh untuk pertanyaan ini. Denger-denger sih ada cerita "Cinta bermula dari Chatting, FB dan koleganya". Berawal dari iseng-iseng komen di status Ikhwan-akhwat, berawal dari bercanda di dunia maya yang dianggap biasa. dan mungkin juga tanpa terasa saling memberikan perhatian-perhatian yang berlebihan. Berlanjut jadi ngasih motivasi, ngingetin buat sholat malam, makan, minum (pliis deh, siapa sih lu??? emak bapak guwe aja nggak gitu-gitu amat)... Ya.. gitulah pokoknya. tahukan maksud arahnya kemana???

Boleh apa nggak sih??? Jawab sendiri aja deh, tanyakan pada hati yang terdalam. “Mintalah fatwa pada jiwamu. Mintalah fatwa pada hatimu (beliau mengatakannya sampai tiga kali). Kebaikan adalah sesuatu yang menenangkan jiwa dan menentramkan hati. Sedangkan kejelekan (dosa) selalu menggelisahkan jiwa dan menggoncangkan hati.” (HR. Ad Darimi 2/320 dan Ahmad 4/228, hasan lighoirihi).

Insya Allah semua juga sudah saling mengerti, nggak tahu juga sih closing yang mau diambil dari tulisan ini itu apa. Soalnya, bingung juga. Semoga bukan sekedar tulisan basa-basi tanpa isi. Semoga, ada bagian yang menjadi pertimbangan untuk menuju ke arah lebih baik. Sebagai koreksi penulis juga, semoga yang nulis juga nggak demikian... Aamiin.

Selanjutnya, silahkan mengambil sikap masing-masing. Mau ngapain setelah ini, mau makan, mau minum, berangkat kerja..monggo (halah..mulai deh). Artinya, silahkan disikapi sendiri dengan bijak, bila memang kondisinya ada yang perlu kita perbaiki, segera perbaiki dan jangan ditunda, bila memang sudah dalam koridor yang benar, pertahankan dengan keistiqomahan. Bila memang harus lebih banyak lagi untuk belajar, sekarang saatnya untuk terus menggali ilmu, menjadi lebih baik lagi. Bila memang faktanya tampak demikian, pilihannya ada pada kita, akankah kita terdiam atau memperbaiki keadaan. Yang pasti, kita harus tetap saling mengingatkan dalam kebaikan dan kesabaran. Alur yang tidak jelas, penulis hanya mampu berkata maaf.

Malang 5 Mei 2011

0 komentar:

Posting Komentar