Minggu, 20 Mei 2012

Kekeringan Hati....

Masih terdiam dalam sejuta cara, berusaha mengartikan makna dari kata cinta. Resahnya hati saat terasa hening, tak berasa apa-apa. Hambar, tanpa makna. Tak ada suara-suara riang, atau tawa bahagia. atau bahkan tak mampu mengartikan ini kesedihan ataukah bukan. Pilu? kurasa tidak. hanya terasa kering, tak lagi segar dan menghijau. Tersudut dalam langkah kebimbangan, tanpa arah dan tujuan. Kemana hendak kaki dan pikiran mau? Hilang, tak tahu apa maksud hati.

Tandus, kering. penuh dengan butiran-butiran debu. Buram, tak jelas untuk memandang dan merasakan. sepi, meski ramai hiruk pikuk kehidupan ini.

Tersadar sejenak, rupanya terlalu diri ini bersikap. Terlalu asyik menikmati hidup, lupa akhir arah tujuan. Sendau gurau tak bermakna. Cakap pun sia-sia. Diam hanya melamun tentang dunia. Luangpun hinggap lupa diri. dan sedihpun makin menjadi. Kering, lama Ayat-ayat Cinta tak terbaca. Tak lagi banyak ingat akan akhir hayat, istirahat kekal selamanya. Rumit, sibuk dengan tugas tak pernah habis. harap hanya pada makhluk terbatas. Munajat hanya lepas kewajiban saja. Sunnah hilang terlupakan. Kikir, beralasan hemat. Malas makin berkembang.

Niat bengkok tak jelas kemana tujuan semula. hari-hari sibuk tak ada hasil bermakna. Lelah tak ada guna. Oh... Rupanya. Makin jauh rasanya, makin kering terasa. Tak ada jalan lain selain kembali. kembali perbaiki diri. Berbenah, dan istiqomah. Luruskan yang bengkok, cakap yang bermakna, kerja manfaat. kembali ke jalan kebenaran.

1 komentar: