al kisah pas masih jaman-jaman masih muda... klo sekarang muda sekali.. pas kakak kipar mau ngelahirin putra pertamanya. ceritanya udah mulai kenceng-kenceng, ketubannya udah mulai mrembes. akhirnya karena ini pengalaman kakak pertama ya, panik deh mesti ngapain. pokoknya bawa ajalah ke Rumah Sakit. sebutlah rumah sakit X. wah klo udah ketubannya pecah... mesti hati-hati nih. tanya kenapa? rawan infeksi klo tidak segera lahir... lain waktu di bahas di episode yang lain.
saat di rumah sakit, si mbak di kasih minuman berwarna agak kekuning-kuningan, awalnya dilarang sama 1 perawat, tapi yang satunya memperbolehkan. akhirnya ya diminum aja. katanya sih buat mempercepat proses persalinan... setelah usut punya usut. Owh itu namanya rumput fatimah... ane paling sering ni gan nemuin ruput fatimah di konsumsi ibu2 menjelang proses persalinan.
eh pas 2 tahun kemudian, ceritanya pas ada matkul Askeb I bahasannya INC (intranatal care), lagi bahas2 persalinan ceritanya, persalinan normal. hmm... eh jadi ingat sama ni tumbuhan yang pas di konsumsi sm si mbak pas mau lairan. tapi ada yang aneh... bu dosen bilang "Jangan sekali-kali memberikan rumput fatimah ketika akan bersalin, klo untuk masa nifas tidak mengapa"... penasaran juga sih dengan ini dan ternyata, berikutlah penjelasannya:
Rumput Fatimah yang biasa di sebut Mawar Jeriko oleh orang barat, merupakan obat-obatan herbal yang dipercaya memiliki kegunaan untuk memperlancar proses persalinan. Rumput Fatimah sendiri biasanya dibeli oleh para jamaah haji sebagai oleh-oleh dari tanah suci. Rumput Fatimah berbentuk seperti tanaman perdu yang kering, namun apabila dimasukkan ke dalam air maka tumbuhan tersebut akan mekar kembali.
berdasarkan kajian atas obat-obatan tradisional di Sabah, Malaysia, tahun 1998, dikatakan mengandung bahan fitokimia, yang dapat membantu menimbulkan kontraksi rahim dan akan menambah pendarahan yang terjadi (dikarenakan zat yang terkandung didalamnya menyebabkan pecahnya pembuluh-pembuluh darah dan stres otot).
Yang jadi masalah, dosis kandungan fitokimianya tidak bisa diukur. Tumbuhan ini dipakai dengan cara akarnya direndam. Air rendaman inilah yang diminum. Semakin lama direndam, kadar zat fitokimia yang terlarut pun semakin pekat. Dosisnya bisa jadi berlipat2. Pada obat-obat modern, masalah variasi ini tidak terjadi. Semua bahan aktifnya jelas. Dosisnya pun terukur.
Minum jamu ala rendaman akar rumput fatimah ini akan menimbulkan masalah, jika pada proses persalinan itu, dokter juga memberikan obat modern yang merangsang kontraksi usus. Efeknya bisa dobel. Jika mulut rahim belum terbuka, efek kuat kontraksi ini bisa berbahaya. Risikonya bisa berupa rahim robek, perdarahan setelah melahirkan, atau bahkan kematian pada janin. Biasanya dokter tidak pernah mengijinkan penggunaan obat-obatan tradisional seperti ini.
Dikutip dari dr. Okky Oktafandhi, SpOG dari RS Internasional Bintaro, menyampaikan bahwa gara2 rumput fatimah ini beliau pernah mendapati rahim pasiennya sangat tipis, sedikit lagi malah mungkin harus diangkat, karena menyebabkan perdarahan terus menerus. Maka dari itu, beliau sangat menyarankan agar pasiennya tidak minum rumput fatimah menjelang persainan mengingat efeknya yang bisa jadi sangat berbahaya jika kita salah dalam dosis dan aturan meminumnya.
Begitu juga pendapat dr. L. Pieter, SpOG dari RS IMC Bintaro, mengatakan hal yang sama “masalahnya adalah kita, para dokter tak pernah bisa mengukur dosis yang tepat penggunaan rumput fatimah pada pasien”. Namun disamping statemennya itu beliau juga mengakui kehebatan khasiat ramuan tradisional ini. Dituturkan juga beliau pernah pengalaman menolong pasien yang mengalami pendarahan pasca persalinan luar biasa akibat meminum ramuan rumput fatimah ini.
cuma iseng-iseng untuk share, akhir kata semoga bermanfaat ^_^... klo yang ditag belum mau bersalin mohon maaf ya... sekali lagi sekedar info saja.. sekali2 posting sesuai profesi...hehe


0 komentar:
Posting Komentar