Malam yang cukup dingin, ditemani dengan iringan nasyid yang sengaja kuputar pelan. Karena memang sudah sangat malam, takut mengganggu orang. Malam ini, setelah sore tadi meskipun terlambat atau bahkan terlambat sekali, setidaknya membersamai orang-orang sholeh-ah, menentramkan hati yang rupa-rupanya masih sangat keras sekali.
Kawan, tahukah engkau? Aku sangat iri pada kalian, sungguh sangat iri.
Suatu hari, aku pernah mengintip catatan-catatan kalian, begitu banyak komentar yang tersampaikan. Dan aku tahu pasti, komentar-komentar yang kalian katakan bukan sembarang komentar. Selalu ada yang seru untuk diperbincangkan. Selalu ada nasehat yang tersampaikan. Selalu ada pesan yang ditinggalkan. Akupun pernah membaca beberapa status di akun facebookmu. Subhanallah, sungguh aku iri padamu. Bagaimana tidak, selalu ada ilmu yang tertuang di situ. Selalu ada diskusi seru. Dan aku hanya melihat dari balik layar. Aku begitu takut untuk sekedar meninggalkan jejak di sana, karena aku begitu malu, aku begitu iri dengan kalian.
Kawan, tahukah engkau? Aku sangat iri pada kalian, sungguh sangat iri.
Kupikir semua juga bisa melakukan itu. Andaikan aku boleh berkata jujur. Kawan, aku iri pada semangat dakwah kampus. Bagaimana mungkin tidak? Kuantitas kalian sungguh jauh berbeda dengan kami di sini. Jauh berbeda. Salahkan aku iri? Kalian begitu sibuk menyiapkan berbagai macam agenda. Dengan satu tujuan, bersama-sama.
` Kawan, tahukah engkau? Aku sangat iri pada kalian, sungguh sangat iri.
Kalian sukses menggelar perhelatan akbar, mengundang pemateri handal tingkat nasional. Kalian begitu bersemangat. Dan aku menduga, keuntungan kalian pastilah sangat besar. Ya, aku sangat paham, tidaklah mungkin keuntungan itu sekedar materi. Pasti lebih dari itu?? Iyakan? Aku yakin itu.
Tapi aku tidak mau berhenti pada satu titik keirian itu
Kau tahu kawan, biarpun kuantitas kami jauh berbeda dengan kalian. Tapi kami akan berusaha berjuang melebihi kuantitas kami dalam medan perjuangan. Semangat kami melebihi jumlah yang terbilang. Kami akan tetap rapatkan barisan dalam perjuangan, meskipun badai menerjang. Karena bagi kami hanya ada satu tujuan.
Meski kami harus memulai secara perlahan, tapi kami yakin suatu saat nanti kami akan berhasil menyuguhkan karya kami yang luar biasa. Mencetak generasi-generasi tangguh, GENERASI RABBANI, GENERASI QUR'ANI, menjadi KAMPUS MADANI
Kami akan meniti tangga demi tangga, satu persatu. Berbekal kesabaran, keikhlasan, dengan keistiqomahan, kami akan melalui tahapan-tahapan perjuangan.
Kami yakin... hari itu akan segera tiba, hadirnya generasi-generasi Qur’ani, yang akan menegakkan kalimatullah di bumi jihad tercinta ini. Ya, mungkin bukan sekarang, mungkin sebentar lagi, ya... sebentar lagi. Tak akan lama lagi.
Kami yakin itu, Mimpi-mimpi itu, akan segera menjadi PASTI....
Menyambut momentum yang akan segera tergelar. Saatnya berfastabikhul khoirot mencetak generasi-generasi tangguh estafet dakwah. Mengutip sebuah kalimat “Antum boleh berbangga diri dengan kejayaan dalam memenangkan beberapa lembaga, merebut opini publik, mewarnai berbagai pergerakan, menyelenggarakan banyak seminar, sukses dalam tiap dauroh atau bahkan merekrut banyak simpatisan, TAPI.....Apalah artinya apabila kita meninggalkan kampus, tiada yang mampu melakukannya sebaik antum? Hingga dakwah di kampus ini menemui stagnasi bahkan punah ditelan zaman.”
Keep Speeriiitttt and istiqomah!!!
nahnu du’at qobla kulli syai’in….!!!
Malang,
6 Juni 2011
Ta'aruf Yuuk :)
- Pejuang Syahidah
- Kita tidak tahu bagaimana Akhir hidup kita maka Tetaplah Berkarya Hingga Kaki Menapak Surga dan ISTIQOMAHLAH!!!
Total Tayangan Halaman
Feedjit
Senin, 06 Juni 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Labels
- akhlak (1)
- anak (1)
- ANC (Kehamilan) (1)
- cinta (14)
- curcol..hihihi (5)
- dakwah (8)
- epidemiologi (1)
- Fiqih (1)
- hikmah (6)
- INC (persalinan) (2)
- matkul fkm (2)
- medis (14)
- motivasi (5)
- nifas (3)
- ukhuwah (9)
- yankes (1)

0 komentar:
Posting Komentar