Masih terdiam dalam sejuta cara, berusaha mengartikan makna dari kata cinta. Resahnya hati saat terasa hening, tak berasa apa-apa. Hambar, tanpa makna. Tak ada suara-suara riang, atau tawa bahagia. atau bahkan tak mampu mengartikan ini kesedihan ataukah bukan. Pilu? kurasa tidak. hanya terasa kering, tak lagi segar dan menghijau. Tersudut dalam langkah kebimbangan, tanpa arah dan tujuan. Kemana hendak kaki dan pikiran mau? Hilang, tak tahu apa maksud hati.
Tandus, kering. penuh dengan butiran-butiran debu. Buram, tak jelas untuk memandang dan merasakan. sepi, meski ramai hiruk pikuk kehidupan ini.
Tersadar sejenak, rupanya terlalu diri ini bersikap. Terlalu asyik menikmati hidup, lupa akhir arah tujuan. Sendau gurau tak bermakna. Cakap pun sia-sia. Diam hanya melamun tentang dunia. Luangpun hinggap lupa diri. dan sedihpun makin menjadi. Kering, lama Ayat-ayat Cinta tak terbaca. Tak lagi banyak ingat akan akhir hayat, istirahat kekal selamanya. Rumit, sibuk dengan tugas tak pernah habis. harap hanya pada makhluk terbatas. Munajat hanya lepas kewajiban saja. Sunnah hilang terlupakan. Kikir, beralasan hemat. Malas makin berkembang.
Niat bengkok tak jelas kemana tujuan semula. hari-hari sibuk tak ada hasil bermakna. Lelah tak ada guna. Oh... Rupanya. Makin jauh rasanya, makin kering terasa. Tak ada jalan lain selain kembali. kembali perbaiki diri. Berbenah, dan istiqomah. Luruskan yang bengkok, cakap yang bermakna, kerja manfaat. kembali ke jalan kebenaran.
Ta'aruf Yuuk :)
- Pejuang Syahidah
- Kita tidak tahu bagaimana Akhir hidup kita maka Tetaplah Berkarya Hingga Kaki Menapak Surga dan ISTIQOMAHLAH!!!
Total Tayangan Halaman
Feedjit
Minggu, 20 Mei 2012
Kamis, 26 April 2012
Tipuan itu Berkedok Cinta
Published :
09.41
Author :
Pejuang Syahidah
Sungguh benarlah adanya, tak akan habis diperbincangkan bila harus membahasnya, cukup hanya satu kata, namun rupanya satu kata ini sungguh luar biasa, mampu mengubah yang pasif menjadi aktif, yang jauh terasa dekat, yang malas menjadi rajin, yang jauh dari keimanan menjadi sangat dekat, namun bisa juga justru menjerumuskan ke suatu lembah kenistaan. Ya, aku sedang berbicara tentang "Cinta". Basi kah? uhmm... mungkin, tapi beginilah taujih, akan selalu terulang, akan selalu diulang agar semakin kita ingat dan jangan sampai tergelincir sedalam-dalamnya.
Judulnya menarik bukan? menarik dunk...hehe. tulisan ini adalah bagian dari refleksi pada diri sendiri. agar semakin berhati-hati dan semakin berani melakukan perbaikan segera dan secepatnya, sekarang juga!
Rasanya sudah jadi masalah lama yang nggak usai-usai, atau malah justru makin berkembang dan lebih kompleks ceritanya, tak hanya yang ammah saja bahkan yang mengaku aktivis dakwah atau yang hanif saja sudah terserang tipuan bulus ini. Ya, tak dipungkiri, awalnya dari fitrah, namun dilanjutkan semakin mendalam hingga fitrah menjadi sebagai pembenaran.
tak salah memang bila hadirnya cinta pada tiap-tiap manusia, karena memang cinta adalah sebuah hal yang manusiawi sekali, normal dan wajar-wajar saja. Yang menjadi tidak normal adalah ketika aktivitas setelahnya setelah menyadari bahwa "Ya... aku sedang suka dengan.....", yang kemudian ada saja akal-akalan untuk mencari cara agar semakin dekat, ada perasaan ingin memiliki, gayung bersambut cinta bersemi, berbahagialah yang kemudian melabuhkan cintanya, menghalalkan dan membangunnya dalam ikatan pernikahan. Dan berhati-hatilah bila akhirnya tak siap untuk menjadikannya sebuah kehalalan, dan kemudian dibiarkan saja rasa itu semakin berkembang, dilanjut dengan aktifitas saling perhatian, bahkan mirip-mirip seperti orang yang sudah menikah, bermesraan sana sini tanpa ikatan yang sah...Astaghfirullah, Naudzubillah
Ataulah mungkin oknum-oknum aktifis dakwah yang memang sudah semestinya mengerti dan paham tentang ini. Aktifitas yang dituntut untuk bekerja sama antar ikhwan-akhwan, berawal dari berlindung dari "ah biasa aja kok, cuma temenan"... tapi dibalik itu semua ternyata hanya sebuah pembenaran. perhatian-perhatian mulai diluncurkan, sms taujih hanya sebagai kedok agar bisa menyapa (send to all napa), sampai ngebangunin malem2 cuma buat ngingetin bangun malam...Zzzzzz dst.
Seorang penyair berkata:
"Demi Allah, saya tak tahu apa saya harus kecam hawa nafsu saya,
atas cinta, atau mataku yang menggoda, ataukah hatiku
Jika aku kecam hatiku, ia berkata, 'Gara-gara matalah, yang telah memandang'
dan jika aku kecam mata, ia berkata 'Ini kesalahan hati'
mata dan hatiku telah dialiri oleh darahku,
maka Wahai Rabbku, jadilah penolongku atas mata dan hatiku.
Sungguh tipu daya setan itu sangatlah halus. saat kita menyadari ada rasa yang tidak enak saat semua aktifitas diatas yang "mungkin" pernah dilakukan, sebenarnya itulah signal yang ALLAH berikan agar kita sadar untuk tidak meneruskannya, namun terkadang atau malah seringkali kita berlindung diri dari fitrah-fitrah itu, sehingga kita mencari alasan dalam diri kita sendiri, sehingga tak jarang semua itu hanyalah sebagai bagian pembenaran diri. Ingatlah!!! karena setan akan selalu menjerumuskan kita dengan segala tipu dayanya, yang selau menawarkan kenikmatan untuk nafsu yang semu.
"Rasulullah Saw bersabda: "Ingatlah, bahwasannya syaithan sudah putus asa untuk disembah di negeri kalian ini. Akan tetapi kalian akan mentaatinya dalam perbuatan-perbuatan yang oleh kalian sendiri dipandang hina, dan syaithan akan meridhainya" (HR. Turmudzi dalam Shahih Sunannya).
"Sesungguhnya syaitan-syaitan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala" (Fathir: 6).
Kita tidak akan sempat memberi celah pada setan untuk mengganggu aktivitas-aktivitas kita, karena jelaslah sudah setan adalah musuh yang nyata kita, kenapa sebagai ADK kita dituntut untuk memenuhi target amal yaumi kita, agar tidak ada kegiatan kita yang sia-sia. "Barangsiapa yang tidak menyibukkan diri dengan kebaikan, maka dia akan disibukkan dengan keburukan". ADK full agendanya, kuliah, amanah, dakwah. waktu-waktu luangnya buat ngisi hal-hal berguna. Tilawah, nambah hafalan, baca buku-buku penambah wawasan. Kalau udah sibuk, mana sempat mikirin hal-hal yang kurang berguna.
Judulnya menarik bukan? menarik dunk...hehe. tulisan ini adalah bagian dari refleksi pada diri sendiri. agar semakin berhati-hati dan semakin berani melakukan perbaikan segera dan secepatnya, sekarang juga!
“Cinta itu bisa menyucikan akal, mengenyahkan kekhawatiran, mendorong untuk berpakaian rapi, makan yang baik-baik, memelihara akhlak yang mulia, membangkitkan semangat, mengenakan wewangian, memperhatikan pergaulan yang baik, serta menjaga adab dan kepribadian. Tapi cinta juga merupakan ujian bagi orang-orang yang shaleh dan cobaan bagi yang ahli ibadah”.
tak salah memang bila hadirnya cinta pada tiap-tiap manusia, karena memang cinta adalah sebuah hal yang manusiawi sekali, normal dan wajar-wajar saja. Yang menjadi tidak normal adalah ketika aktivitas setelahnya setelah menyadari bahwa "Ya... aku sedang suka dengan.....", yang kemudian ada saja akal-akalan untuk mencari cara agar semakin dekat, ada perasaan ingin memiliki, gayung bersambut cinta bersemi, berbahagialah yang kemudian melabuhkan cintanya, menghalalkan dan membangunnya dalam ikatan pernikahan. Dan berhati-hatilah bila akhirnya tak siap untuk menjadikannya sebuah kehalalan, dan kemudian dibiarkan saja rasa itu semakin berkembang, dilanjut dengan aktifitas saling perhatian, bahkan mirip-mirip seperti orang yang sudah menikah, bermesraan sana sini tanpa ikatan yang sah...Astaghfirullah, Naudzubillah
Ataulah mungkin oknum-oknum aktifis dakwah yang memang sudah semestinya mengerti dan paham tentang ini. Aktifitas yang dituntut untuk bekerja sama antar ikhwan-akhwan, berawal dari berlindung dari "ah biasa aja kok, cuma temenan"... tapi dibalik itu semua ternyata hanya sebuah pembenaran. perhatian-perhatian mulai diluncurkan, sms taujih hanya sebagai kedok agar bisa menyapa (send to all napa), sampai ngebangunin malem2 cuma buat ngingetin bangun malam...Zzzzzz dst.
Seorang penyair berkata:
"Demi Allah, saya tak tahu apa saya harus kecam hawa nafsu saya,
atas cinta, atau mataku yang menggoda, ataukah hatiku
Jika aku kecam hatiku, ia berkata, 'Gara-gara matalah, yang telah memandang'
dan jika aku kecam mata, ia berkata 'Ini kesalahan hati'
mata dan hatiku telah dialiri oleh darahku,
maka Wahai Rabbku, jadilah penolongku atas mata dan hatiku.
Sungguh tipu daya setan itu sangatlah halus. saat kita menyadari ada rasa yang tidak enak saat semua aktifitas diatas yang "mungkin" pernah dilakukan, sebenarnya itulah signal yang ALLAH berikan agar kita sadar untuk tidak meneruskannya, namun terkadang atau malah seringkali kita berlindung diri dari fitrah-fitrah itu, sehingga kita mencari alasan dalam diri kita sendiri, sehingga tak jarang semua itu hanyalah sebagai bagian pembenaran diri. Ingatlah!!! karena setan akan selalu menjerumuskan kita dengan segala tipu dayanya, yang selau menawarkan kenikmatan untuk nafsu yang semu.
"Rasulullah Saw bersabda: "Ingatlah, bahwasannya syaithan sudah putus asa untuk disembah di negeri kalian ini. Akan tetapi kalian akan mentaatinya dalam perbuatan-perbuatan yang oleh kalian sendiri dipandang hina, dan syaithan akan meridhainya" (HR. Turmudzi dalam Shahih Sunannya).
"Sesungguhnya syaitan-syaitan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala" (Fathir: 6).
Kita tidak akan sempat memberi celah pada setan untuk mengganggu aktivitas-aktivitas kita, karena jelaslah sudah setan adalah musuh yang nyata kita, kenapa sebagai ADK kita dituntut untuk memenuhi target amal yaumi kita, agar tidak ada kegiatan kita yang sia-sia. "Barangsiapa yang tidak menyibukkan diri dengan kebaikan, maka dia akan disibukkan dengan keburukan". ADK full agendanya, kuliah, amanah, dakwah. waktu-waktu luangnya buat ngisi hal-hal berguna. Tilawah, nambah hafalan, baca buku-buku penambah wawasan. Kalau udah sibuk, mana sempat mikirin hal-hal yang kurang berguna.
“ perempuan – perempuan yang keji adalah untuk laki – laki yang keji, dan laki – laki yang keji adalah untuk perempuan yang keji [pula]. Dan perempuan yang baik adalah untuk laki – laki yang baik, laki – laki yang baik untuk perempuan yang baik [pula]. “ Q.S.An – Nur : 26
Jika kita ingin mendapat pasangan yang baik, maka JADIKAN DIRI KITA BAIK. Jika seorang ikhwan mendambakan akhwat yang sholehah, maka ikhwan tersebut harus menjadi ikhwan yang sholih dulu. Bagaimana bisa seorang ikhwan mendambakan istrinya sekualitas Fathimah, sedangkan dirinya tidak sekapasitas Ali? Bagaimana mungkin mengharapkan istri setabah Hajar dan Sarah, jika dirinya tidak sekokoh Ibrahim. Akhwati…jika kita menginginkan suami sehebat Zubair, maka siapkan diri kita agar memiliki kapasitas seperti Asma binti Abu Bakar. Dan jika berharap suami seperti Muhammad SAW, maka mulai siapkan diri kita seperti tangguhnya Khodijah
Jika kita ingin mendapat pasangan yang baik, maka JADIKAN DIRI KITA BAIK. Jika seorang ikhwan mendambakan akhwat yang sholehah, maka ikhwan tersebut harus menjadi ikhwan yang sholih dulu. Bagaimana bisa seorang ikhwan mendambakan istrinya sekualitas Fathimah, sedangkan dirinya tidak sekapasitas Ali? Bagaimana mungkin mengharapkan istri setabah Hajar dan Sarah, jika dirinya tidak sekokoh Ibrahim. Akhwati…jika kita menginginkan suami sehebat Zubair, maka siapkan diri kita agar memiliki kapasitas seperti Asma binti Abu Bakar. Dan jika berharap suami seperti Muhammad SAW, maka mulai siapkan diri kita seperti tangguhnya Khodijah
Di sini pernah ada rasa simpati
Di sini pernah ada rasa menggagumi
Rasa ingin memiliki
Memasukkanmu ke dalam hati ini
Di sini pernah ada rasa menggagumi
Rasa ingin memiliki
Memasukkanmu ke dalam hati ini
Menjadi penghuni…
Mencoba berlindung di balik fitrahnya hati
Untuk mencari pembenaran diri…
Namun ternyata semua hanya permainan nafsu
Mencoba berlindung di balik fitrahnya hati
Untuk mencari pembenaran diri…
Namun ternyata semua hanya permainan nafsu
Untuk memburu cinta yang semu
Aku Tertipu…
Tuhanku berikanku cinta yang Kau titipkan
Bukan cinta yang pernah ku tanam
berikanku cinta yang Kau titipkan
Bukan cinta yang pernah ku tanam
Aku Tertipu…
Tuhanku berikanku cinta yang Kau titipkan
Bukan cinta yang pernah ku tanam
berikanku cinta yang Kau titipkan
Bukan cinta yang pernah ku tanam
Aku ingin rasa cinta ini
Masih menjadi cinta perawan
Cinta yang hanya aku berikan
Saat ijab qabul telah tertunaikan
Masih menjadi cinta perawan
Cinta yang hanya aku berikan
Saat ijab qabul telah tertunaikan
Tuhanku berikanku cinta yang Kau titipkan
Bukan cinta yang pernah ku tanam
Bukan cinta yang pernah ku tanam
Pada seseorang ……
(Jangan Jatuh Cinta- Maidany)
Dan akhirnya, semoga kita mampu bangkit bila sebelumnya kita pernah terjerumus. Kita mampu memperbaiki diri terus menerus. Dan semoga ALLAH selalu menuntun kita serta memudahkan langkah kaki kita untuk terus berpijak pada jalan keistiqomahan di jalan dakwah.
Terakhir mengutip dari kata murobbiya "hakikatnya cinta adalah bukan sebatas rasa, tapi mencintai adalah upaya agar apa yang kita cintai, mencintai dan dicintai ALLAH. begitu juga dengan kita sang pencinta, agar semakin bertambah cinta ALLAH dan semakin cinta kita kepadaNya. Dan bukanlah cinta bila akhirnya mengorbankan harga diri dan agama".
*disudut kota kecil
Pejuang Syahidah
26042012
Senin, 27 Februari 2012
Episode cinta #1
Published :
19.43
Author :
Pejuang Syahidah

"sudah lupakan saja perasaanmu itu!" terdengar gertakan Rani dari dalam sebuah ruangan kamar kos berukuran 3x3. Rupanya Rani sedang bersama Naira, yang sekarang sdg terisak sedih.
"aku mencintainya Ran, dan dia juga pernah bilang dia mencintaiku, dan ketika aku berharap padanya, dia tiba2 akan menikah dg akhwat lain. Knp dia bersikap seperti itu padaku Ran, teganya dia spt itu?" ujar Naira sambil terisak.
"dengarkan aku Nay... Bukanlah itu cinta yang membuatmu terluka seperti ini krn cinta itu menyembuhkan. Bukanlah itu cinta kalau harga dirimu jatuh seperti ini. Sudah berapa kali ku bilang, jangan dekat2 yang bukan mahrommu, karena ktk alur cerita tak seindah yang kau bayangkan, engkau yang akan jadi korbannya... Dan.. Dan bukankah kau tau Nay, hubungan pacaran sblm ada akad nikah itu tetap saja tak diperbolehkan bgmnpun keadaannya, yang sdh khitbah saja masih harus hati2, apalagi hubungan2 tanpa status spt itu" suara Rani mulai melunak, tp tetap penuh semangat. Di sisi lain Naira tertunduk dan terus berlinangan air mata..
"Nay... Maafkan aku bila aku terlalu keras padamu, aku hanya ingin melihatmu kembali menjadi sosok akhwat tangguh, yang anggun dan militan itu. Nay... Hakikatnya cinta suci adalah cinta yang bersemi karena kesucian hati, terjaga, terpelihara dari hal2 yang syubhat. Cinta yang mencari keridhoan dan keberkahan ALLAH. Jelaslah beda dengan cinta dg balutan nafsu yang menyesatkan. Menawarkan kenikmatan, kebahagiaan, tapi semua itu hanyalah semu, tak akan bertahan lama. Nay... Aku tahu perasaanmu, tapi janganlah larut Nay... Ikhlaskanlah. Engkau akan dilupakan olehnya, sebentar lagi dy akan mjdi imam bagi akhwat lain. Maafkan saja dirinya." Rani menatap wajah Naira lekat-lekat, ada sesuatu yang tak mampu dibendung, perlahan airmatanya pun menetes.
"Ran... Apa memang benar laki-laki itu tak bisa dipercaya kata-katanya? Seperti yang dia katakan padaku. Dia berikan kata2 yang manis padaku, dia berikan harapan2 indah padaku, tapi ternyata semua itu palsu Ran." Naira makin terisak kecewa.
"Nay... Tak semua laki-laki seperti itu. Bukankah Rasulullah adalah yang dijuluki dg Al Amin? Tapi Nay ketahuilah... Kata2 manis sebelum pernikahan adalah bujuk rayu setan yang menjerumuskan. Tipu dayanya halus. Dan kau taukan setan adalah musuh yang nyata bagi manusia. Bagaimanapun caranya setan akan menjerumuskan kita agar iman kita semakin lemah, semakin lemah, sampai akhirnya hilanglah iman itu, termasuk pada rasa cinta pada sepasang manusia. Bermulanya dari fitrah, diberikan bumbu2 kedekatan, pujian, candaan yang akhirnya terasa biasa2 saja. Qt terlalu sering melakukan pembenaran pada hati dan sikap kita, tapi qt lupa bahwa kebenaranlah yg dibutuhkan bukan pembenaran". Naira terkejut dg kata2 Rani barusan, pembenaran pada hati??? Hatinya tertusuk, sakit sekali. Mungkinkah???
Kamar itu pun tiba2 hening sesaat. Hanya terdengar isakan Naira.. "Ran... Kamu benar, terlalu sering aku melakukan pembenaran pada hatiku sendiri, aku terlalu berharap pada makhluk yang masih memerlukan dan berharap padaNya, ALLAH menyelamatkanku Ran. ALLAH sayang padaku kan Ran?"
Dengan semburat senyum ramah ketulusan, dipegangnya pundak saabatnya itu"Iya... ALLAH mencintaimu Nay. ALLAH mencintai hambaNya. Oleh karena itu ALLAH menguji hambaNya Nay. Agar hambaNya selalu dekat, selalu ingat padaNya. Agar hambaNya tetap bersamaNya. Bersabarlah Nay... Ujian ini akan segera berlalu. Dan ketahuilah Jodoh, mati, rezeki kita telah ALLAH tetapkan sebelumnya. ALLAH berikan 2 jalan, ketakwaan dan kefasikan, dan kita manusialah yang memilih 1 diantaranya. Bangkitlah Nay... Tak usah lg qt jadi ragu, bahwa Jodoh itu telah diatur. Cukup kita jaga hati kita, karena jodoh kita adalah cermin dari diri kita. Bersabarlah, Berdoalah" mendengar nasehat Rani, hati Naira semakin tenang. Dipandangnya Rani penuh kasih sayang, dipeluknya sahabatnya itu. Suasana sendu, sedih dan pilu itupun berubah menjadi suasana ukhuwah yang indah...
---End---
Ikhwahfillah... Tulisan fiksi diatas ini hanya bagian kecil yang terlintas dari pikiran penulis. Hanya ingin berbagi nasehat. Agar kita lebih berhati2 dg Cinta yang SEMU antara laki-laki dan perempuan. Karena sesungguhnya hubungan laki-laki dan perempuan yang tak ada ikatan pertalian darah, hanya cukup pada saudara semuslim, selebihnya hanya SIMPATI, SIMPAn dalam haTI.
Dan ikhwah... Dalam ukhuwah itu ada SALING mengingatkan. Dan beruntunglah kita yang diijinkan mencicipinya
Pun penulis bukan cerpenis atau ahli dalam tulis menulis apalagi bercerita. Bila ada kata2 yang salah mohon dimaafkan.
27022012
Pejuang Syahidah
Senin, 20 Februari 2012
Solusio Placenta
Published :
05.06
Author :
Pejuang Syahidah
Terlepasnya sebagian atau seluruh plasenta yang implantasinya normal, sebelum janin dilahirkan, pada masa kehamilan atau persalinan, disertai perdarahan pervaginam, pada usia kehamilan ³ 20 minggu.
KRITERIA DIAGNOSIS
Anamnesis
Perdarahan timbul akibat adanya trauma pada abdomen atau timbul spontan akibat adanya penyulit pada kehamilan yang merupakan predisposisi solusio plasenta. Faktor predisposisi solusio plasenta antara lain : usia ibu semakin tua, multi paritas, preeklampsia, hipertensi kronik, ketuban pecah pada kehamilan preterm, merokok, trombofilia, pengguna kokain, riwayat solusio plasenta sebelumnya, dan mioma uteri. Darah yang keluar tidak sesuai dengan beratnya penyakit, berwarna kehitaman, disertai rasa nyeri pada daerah perut akibat kontraksi uterus atau rangsang peritoneum. Sering terjadi pasien tidak lagi merasakan adanya gerakan janin.
Pemeriksaan Status Generalis
Periksa keadaan umum pasien dan tanda-tanda vital. Hati-hati adanya tanda pra renjatan (pra syok) yang tidak sesuai dengan jumlah perdarahan yang keluar pervaginam.Pemeriksaan Status Obstetri
Periksa Luar : uterus terasa tegang atau nyeri tekan, bagian-bagian janin sulit diraba, bunyi jantung janin sering tidak terdengar atau terdapat gawat janin, apakah ada kelainan letak atau pertumbuhan janin terhambat.Inspekulo : apakah perdarahan berasal dari ostium uteri atau dari kelainan serviks dan vagina. Nilai warna darah, jumlahnya, apakah encer atau disertai bekuan darah. Apakah tampak pembukaan serviks, selaput ketuban, bagian janin atau plasenta.
Periksa Dalam : perabaan fornises hanya dilakukan pada janin presentasi kepala, usia gestasi di atas 28 minggu dan curiga plasenta praevia. Nilai keadaan serviks, apakah persalinan dapat terjadi kurang dari 6 jam, berapa pembukaan, apa presentasi janin, dan adakah kelainan di daerah serviks dan vagina.
Pelvimetri Klinis : dilakukan pada kasus yang akan dilahirkan per vaginam dengan usia gestasi ³ 36 minggu atau TBJ ³ 2500 gram.
Klasifikasi Solusio Plasenta
a. Ringan : perdarahan kurang dari 100 – 200 cc, uterus tidak tegang, belum ada tanda renjatan, janin hidup, pelepasan plasenta kurang dari 1/6 bagian permukaan, kadar fibrinogen plasma lebih dari 250 mg%.
b. Sedang : perdarahan lebih dari 200 cc, uterus tegang, terdapat tanda pra renjatan, gawat janin atau janin telah mati, pelepasan plasenta ¼ sampai 2/3 bagian permukaan, kadar fibrinogen plasma 120 – 150 mg%.
c. Berat : uterus tegang dan berkontraksi tetanik, terdapat tanda renjatan, biasanya janin telah mati, pelepasan plasenta dapat terjadi pada lebih dari 2/3 bagian permukaan atau keseluruhan bagian permukaan.
DIAGNOSIS BANDING
Plasenta praevia, Vasa praevia.PEMERIKSAAN PENUNJANG
USG : menilai implantasi plasenta dan seberapa luas terlepasnya plasenta dari tempat implantasinya, biometri janin, indeks cairan amnion, kelainan bawaan dan derajat maturasi plasenta.Kardiotokografi : pada kehamilan di atas 28 minggu.
Laboratorium : darah perifer lengkap, fungsi hemostasis, fungsi hati, atau fungsi ginjal (disesuaikan dengan beratnya penyulit atau keadaan pasien). Lakukan pemeriksaan dasar : hemoglobin, hematokrit, trombosit, waktu pembekuan darah, waktu protrombin, waktu tromboplastin parsial, dan elektrolit plasma.
Pemeriksaan Lain : atas indikasi medik.
KONSULTASI
Spesialis Anak, Spesialis Anestesi dan Spesialis Penyakit Dalam.TERAPI
Terapi Medik
1. Tidak terdapat renjatan : usia gestasi < 36 minggu atau TBJ < 2500 gram.
a. Ringan : terapi konservatif bila ada perbaikan (perdarahan berhenti, kontraksi uterus tidak ada, janin hidup dan keadaan umum ibu baik) dan dapat dilakukan pemantauan ketat keadaan janin dan ibu. Pasien tirah baring, atasi anemia, USG dan KTG serial (bila memungkinkan) dan tunggu partus normal. Terapi aktif dilakukan bila ada perburukan (perdarahan berlangsung terus, kontraksi uterus terus berlangsung, dan dapat mengancam ibu dan atau janin). Bila perdarahan banyak, skor pelvik < 5 atau persalinan masih lama > 6 jam, lakukan seksio sesarea. Bila partus dapat terjadi < 6 jam, amniotomi dan infus oksitosin.
b. Sedang / Berat : resusitasi cairan, atasi anemia (transfusi darah), partus pervaginam bila < 6 jam (amniotomi dan infus oksitosin); bila perkiraan partus > 6 jam, lakukan seksio sesarea.
2. Tidak terdapat renjatan : usia gestasi ³ 36 minggu atau ³ 2500 gram.
Solusio plasenta derajat ringan/sedang/berat bila persalinan lebih dari 6 jam, lakukan seksio sesarea.
3. Terdapat renjatan :
Atasi renjatan, resusitasi cairan dan transfusi darah. Bila renjatan tidak teratasi, upayakan tindakan penyelamatan yang optimal. Bila renjatan dapat diatasi, pertimbangkan untuk seksio sesarea bila janin hidup atau partus lebih lama dari 6 jam.
Terapi Bedah
1. Partus per vaginam dengan kala dua dipercepat.
2. Seksiosesarea atas indikasi medik.
3. Seksiohisterektomi bila terdapat perdarahan postpartum yang tidak dapat diatasi dengan terapi medikamentosa atau ligasi arteri uterina. Ligasi hipogastrika hanya boleh dilakukan oleh operator yang kompeten.
PERAWATAN RUMAH SAKIT
Setiap pasien dengan perdarahan antepartum perlu segera dirawat.PENYULIT
Disebabkan oleh Penyakit Pada ibu : Renjatan, gagal ginjal akut (acute tubular necrosis), Koagulasi Intravaskular Diseminata (disseminated intravascular coagulation), atonia uteri/uterus couvelaire.atau Pada Janin meliputi asfiksia, BBLR, respiratory dystress syndrome (RDS).
Karena Tindakan / Terapi Pada Ibu : reaksi transfusi, kelebihan cairan, renjatan, infeksi, Pada Janin : asfiksia, infeksi, anemia
PERSETUJUAN TINDAK MEDIK
Dibuat saat pasien masuk perawatan di rumah sakit, secara tertulis, berupa persetujuan tindak medik dan tindak operasi (bila diperlukan operasi). Khusus bila akan dilakukan tubektomi, harus ada ijin tertulis dari suami (tidak boleh diwakilkan).LAMA PERAWATAN
Tindakan Konservatif :Tergantung kondisi ibu dan atau janin.Tindakan Aktif : pasca Partus Pervaginam : 2 – 3 hari, Pasca Seksio Sesarea : 3 – 5 hari
MASA PEMULIHAN
Partus per vaginam : 42 hari; seksio sesarea : 3 bulan. Korespondensi
Judi Januadi Endjun, Sanny Santana, Febriansyah Darus, Novi Resistantie, St. Finekri A. Abidin
RSPAD Gatot Soebroto / Departemen Obstetri dan Ginekologi
Divisi Fetometernal
Jakarta
PUSTAKA
1. POGI. Standar Pelayanan Medik Obstetri dan Ginekologi Bagian I. Cetakan Kedua. Balai Penerbit FKUI, Jakarta, 1994.
2. Cunningham FG, Gant NF, Leveno KJ, et al. Obstetrical Hemorrhage. In : Williams Obstetrics. 21st Ed, McGraw Hill, New York, 619-670, 2001.
3. RSPAD Gatot Soebroto Departemen Obstetri dan Ginekologi. Standar Pelayanan Medik Obstetri dan Ginekologi. Jakarta, 1996
Langganan:
Postingan (Atom)
Labels
- akhlak (1)
- anak (1)
- ANC (Kehamilan) (1)
- cinta (14)
- curcol..hihihi (5)
- dakwah (8)
- epidemiologi (1)
- Fiqih (1)
- hikmah (6)
- INC (persalinan) (2)
- matkul fkm (2)
- medis (14)
- motivasi (5)
- nifas (3)
- ukhuwah (9)
- yankes (1)

