Kesibukan beberapa hari ini, menuntut diri ini harus bolak-balik malang-blitar. Capek, wajar... lawong hampir tiap hari mesti PP. Tapi nggak mau ngeluh, kata si mbah saya “Nduk... ndak boleh ngeluh, mau sakit atau nggak suka sekalipun, jangan sampai ngeluh”, juga kata bapak saya “Nak, jangan pernah mengeluh bagaimanapun kondisinya”. Dan yang nggak ketinggalan kata ibunda “Dik, apapun yang dirasakan, jangan pernah mengucapkan kata-kata negatif, mesti berpikir positif”. Begitulah pokoknya... Pokoknya diniatkan untuk Allah, dan dibuat senang aja.
Saking capeknya (mungkin), rasanya mata ini udah nggak tahan lagi. Pingin banget merem. Dan memang akhirnya merem beneran (habisnya udah nggak tahan sih). Sejam perjalanan, akhirnya kurang setengah perjalanan lagi. Sekitar daerah Karangkates, orang yang ada di sampingku sejak dari terminal Arjosari, kalo nggak salah mbak-mbak berbaju ungu dengan jilbab putih turun dari bus yang kutumpangi. Dan kemudian... breeek... Kaget.
Seorang laki-laki yang seumuran denganku, dengan pakaian agak lusuh, celananya disobek-sobek, ada sedikit bekas luka di wajahnya. Ditambah pakek anting di telinga sebelah kiri (klo sebelah kanannya makek kagak tau saya, soale duduknya disebelah kirinya...hehe). Pokoknya tampak nyeremin dikit dan nggak rapi gt deh. (kebayang nggak gimana perawakannya friendfillah??)
Dalam hati sih awalnya cuek-cuek aja, nyantai kayak dipantai... tapi makin aneh aja ni orang disamping, umek dewe... yang baca sms pakek kyk orang ngumpetin apaan, liat kiri kanan nggak jelas... nah yang paling ngebuat saya jadi nggak tenang adalah lirikannnya yang bentar-bentar mandangi tas saya... Oh tidak, dalam hati cuma doa aja, semoga nggak bakal kenapa-kenapa.
Akhirnya ngebenerin dikit nih duduknya, tadi sih agak nyantai-nyatai gitu, terus ganti jadi lebih tegak dengan tampang diseriusin dikit. Dalam hati, kesempatan nih buat nanya-nanya, kapan lagi, mumpung ada di samping nih. Tapi tetep aja, was-wasnya nggak mau ngumpet barang sebentar. Akhirnya dengan mengucap “Bismillahirrahmanirrahim”, memberanikan diri buat negur, itung-itung ngurangi rasa takut, dan berharap orangnya baik hati.
“Masnya mau turun mana?” tanyaku.
“Owh... turun blitar mbak, mbaknya turun mana?”
Diam sejenak, dalam hati ngomong “Plisss, jangan turun terminal ya”.... “hmm, bentar lagi juga mau turun mas”... padahal juga masih satu jam lagi nyampeknya. “Masnya blitar mana? Asli blitar ta?”
“terminal mbak, mau ke rumahnya teman, ndak mbak aku asli malang” sambil mengarahkan senyumnya malu-malu padaku. Dalam hatiku berkata,”nah lho... kok diterminal sih mas, terus aku turun mana?”. Ya diharap maklum sj ya para pembaca, emang bener2 ada perasaan takut, jadi wajar klo mikirnya semacam aneh-aneh.
Kupikir saatnya menjalankan jurus SKSD hehe, jurus tanpa tanding(...halah).“ Malang mana mas?”
“ bululawang mbak, tau a? Bla...bla...bla... begitulah awal ceritanya yang akhirnya kitapun ngobrol cukup panjang, setidaknya mengurangi rasa takutku dan lumayan, akhirnya keinginanku untuk lebih tahu kehidupan jalanan terobati sudah. Sudah sejak lama, ingin sekali berbincang dengan mereka, mencari tahu seperti apa kehidupan mereka, tapi selalu ada perasaan was-was, pan saya akhwat, jadi takut-takut gimana gt... hehe.
Terbesit dalam hati untuk mencoba bertanya padanya kenapa sampai memutuskan menjadi anak jalanan, sesuai dugaan, karena masalah keluarganya yang membuatnya sedemikian rupa. Diapun sadar, bahwa apa yang dia lakukan adalah sebuah kesia-siaan. “Gimana ya mbak, sy itu SMP aja ngga nutuk, gara-gara ada masalah keluarga, sy itu iri sama saudara-saudara sy yang lain, mereka sekolah sampek nutuk, kelas 3 SMP sy keluar mbak, sayang sekali kan ya.” Sambil malu-malu dia bercerita padaku. Mirisnya, Ya Allah L. Mendengar cerita dari seseorang yang mengenalkan dirinya bernama Lucky itu, rasanya mengingatkan diri ini, betapa kita harus bersyukur karena kita terlahir dari keluarga yang memperhatikan kita, yang menyayangi kita, yang tidak membiarkan kita sebatangkara. “Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?” (QS 55:55).
Sang anak jalanan inipun bercerita tentang kehidupannya, kalau ada kerjaan biasanya jadi kuli bangunan, tapi kalau lagi sepi ngamen bareng temen2nya dari bis satu ke bis yang lain. Atau ngamen dari rumah ke rumah. Tidur juga sembarangan tempat, kadang pulang kadang juga dijalanan. Kadang dicariin orang rumah, tapi lebih banyak nggak dicarinya. “Keras mbak hidup dijalanan, untung aja nggak pernah kena kamtib... jangan sampeklah pokoknya”.
Sejenak terdiam... kalau kehidupannya kayak gt, terus gimana sholatnya? Gimana puasanya ya... hmmm, dengan mencoba bertanya kembali, cukup ragu untuk menanyakan ini, karena takut menyinggung hati. Tapi Alhamdulillah, masnya cukup baik menjawab pertanyaan saya “ Kalau sholat...hehe, jarang-jarang mbak, kadang-kadang gitu...hehe, klo puasa hihihi... aku jadi malu mbak, cuma di awal aja mbak...hehe”
“hehe... Cuma sekali gt mas ceritanya?” tanyaku. “hehe, ndak mbak... aku puasanya di awal, tengah-tengah sama akhirnya... timbang nggak puasa blas”... hanya senyum simpul mencoba meramahkan diri yang kuberikan. “kalo sholat ied ikutan ya mas? Hehe?” guyonan ringanpun membersamai dalam obrolan ringan kami. “aku juga pingin mbak buat hidup normal gitu, ndak kayak gini, mbak enak ya... mbak beruntung lho.” Hmm... dari hati nuraninya, ada sisi yang ingin diperbaiki dan ada sisi ingin memperbaiki diri.
“Ayo dicoba diperbaiki aja mulai sekarang mas, masnya kan masih muda, kalau kata orang masa muda itu mesti produktif, gimana?” kataku
“Betul mbak, bener itu... tapi gimana e, belum dapat hidayah mbak,” seperti sebelum-sebelumnya, tapi kali ini sambil malu-malu dan menutup wajahnya... hyaaa.... hidayahnya ditunggu, kalo ndak ada usaha buat nyari ya ndak datang-datang tu hidayahnya...
Seperti sebelumnya, sambil berbincang kuputuskan untuk tidak turun di Terminal Patria kota Blitar. Lebih kupilih turun di SMAN 1 Blitar, sekalian mo mengenang masa2 berjuang disana (boong banget tuh...hehe). Ya mo gimana lagi, masih ada rasa takut, meskipun sudah berbincang cukup lama. “ Mas... saya mau turun dulu ya terima kasih ya sudah bercerita panjang lebar, saya jadi tau banyak, semoga hidayahnya segera datang ya...hehe.” Ujarku
“Iya mbak, sama2... terima kasih juga... kapan-kapan maen ke bululawang mbak, tenang aja klo ada apa-apa panggil aku aja mbak, tempat nongkrongku ya yang tadi kuceritakan mbak” balasnya... kubalas kalimat itu dengan senyum simpul dan anggukan ramah (hehe.. sok ramah euy), sembari berjalan menuju pintu untuk turun dari bus yang kutumpangi di tempat yang udah direncanakan.
Banyak hikmah yang kudapatkan dari 60 menit perbincangan singkat itu. Betapa indahnya keluarga kita, yang penuh rasa kasih sayang, yang saling memberikan perhatian. Di sanalah dimulainya pendidikan. Betapa banyaknya nikmat yang Allah berikan kepada kita sehingga kita tak perlu susah payah untuk menikmati indahnya sekolah, atau majelis2 ilmu yang lainnya. Betapa banyak anugerah yang Allah berikan kepada kita sehingga kita diijinkan mengenal Islam, mempelajarinya, mengamalkannya dan tetap berusaha mengajarkannya. Kita tak perlu bingung dengan kesusahan-kesusahan seperti yang mereka rasakan. Ya Allah betapa sedikit syukur kami kepadaMu. Jangan biarkan hati-hati kami, diri kami mengendalikan diri kami sendiri barang sedetikpun tanpa petunjuk dariMu.
Dan mereka, betapa seringya jiwa hanya terkungkung dengan urusan dakwah kampus yang sibuk dengan keegoan masing-masing, ribut dengan mengurusi masalah-masalah hati yang tak kunjung usai. Kekecewaan yang membuat banyak memilih menjadi bagian barisan sakit hati. Sedang diluar sana sudah banyak yang menanti, barangkali mereka menanti kontribusi nyata kita, untuk mengingatkan, untuk mengajak mereka dalam sebuah keindahan Islam. Dan barangkali akupun lupa, untuk mendoakan mereka, karena mereka juga saudara hamba.. Ya Robb, ampuni jiwa-jiwa ini bila benar adanya banyak lalai kami pada dakwah ini, pada saudara-saudara kami.
Semoga kita mampu mengambil hikmah dari berbagai macam peristiwa dan masalah kehidupan...
9 Ramadhan 1432 H
PEJUANG SYAHIDAH
Ta'aruf Yuuk :)
- Pejuang Syahidah
- Kita tidak tahu bagaimana Akhir hidup kita maka Tetaplah Berkarya Hingga Kaki Menapak Surga dan ISTIQOMAHLAH!!!
Total Tayangan Halaman
Feedjit
Senin, 08 Agustus 2011
Sabtu, 06 Agustus 2011
Kuret dan Keguguran
Published :
21.32
Author :
Pejuang Syahidah
Apa sih keguguran itu ? Keguguran adalah berakhirnya proses kehamilan sebelum janin mampu hidup di luar kandungan.Keguguran atau abortus ini dapat dijelaskan demikian :
- Keguguran spontan ( Abortus Spontan ): adalah terhentinya proses kehamilan sebelum janin mampu untuk bertahan hidup di luar rahim ( usia hamil ≤ 22 minggu )
- Keguguran yang disengaja ( Abortus provocatus ) : Penghentian kehamilan dengan sengaja sebelum janin mampu untuk hidup di luar rahim. Pada keadaan ini penyebabnya dibedakan yakni Menghentikan kehamilan atas indikasi medis dan Pengguguran kandungan dengan sengaja sebagai tindakan kriminal.
Kali ini yang kita bicarakan adalah keguguran spontan yang sering dialami oleh ibu hamil muda. Keguguran spontan ini terjadi akibat kelainan pada janin sendiri sejak proses pembuahan, kelainan pada rahim ibu, gangguan hormonal, infeksi yang diderita ibu selama hamil, maupun faktor psikis dan mekanis tanpa sengaja ( misal terbentur daerah perut atau terjatuh ). Penyebab keguguran sendiri hingga saat ini masih belum dapat dipastikan karena sangat multifaktor. Penyebab keguguran kehamilan ini juga tidak akan berdampak sama pada setiap ibu hamil.
Apakah keguguran harus selalu dikuret? Terus terang saya takut sekali merasa sakit waktu di kuret.
Pada keguguran kehamilan yang tidak lengkap ( artinya hasil dari proses kehamilan tidak bisa keluar sempurna ) maka tindakan kuret sangat diperlukan. Tindakan kuret dilakukan oleh dokter kandungan dengan memasukkan alat kuret ke dalam rahim untuk membersihkan rahim ibu hamil agar terhindar dari perdarahan dan infeksi pada organ reproduksi ( alat kandungan ).Sebelum dilakukan tentu ibu hamil akan di beri obat bius terlebih dahulu.
Sampai berapa lama boleh menunda keputusan tindakan kuret? Saya masih takut dan belum siap .
Sebaiknya sesegera mungkin untuk dapat memutuskan atau menyetujui tindakan kuret bila dokter atau bidan telah memberi penjelasan bahwa kehamilan sudah tidak bisa dipertahankan. Terlebih pada kasus kehamilan dimana sudah keluar sebagian dari proses kehamilan baik berupa perdarahan maupun gumpalan darah dan nyeri perut yang sangat.
Apa akibatnya jika saya tidak mau kuret? Misalnya saya minum ramuan obat tradisional saja apakah sudah cukup?
Jika keguguran yang dialami ibu hamil adalah keguguran yang belum lengkap, artinya masih ada sisa kehamilan dalam rahim yang perlu dibantu dikeluarkan dengan alat kuret.Sebagai pilihan maka tindakan kuret adalah keputusan yang paling tepat. Dengan tindakan ini maka rahim ibu dipastikan akan benar - benar bersih dan terhindar dari resiko infeksi rahim, perdarahan terus menerus yang berakibat membahayakan bagi keselamatan ibu. Sedangkan pada keguguran dimana janin dan ari - ari telah keluar dengan lengkap ( dipastikan oleh dokter ) dengan pemeriksaan USG, maka ibu tiidak perlu dilakukan kuret. Namun demikian tetap mendapat pengobatan untuk pemulihan.
Misalnya saya menolak kuret lalu minum ramuan obat tradisional saja apakah sudah cukup?
Tidak disarankan untuk minum ramuan tradisional untuk menggantikan tindakan kuretase. Keadaan ini dapat berbahaya karena ramuan tradisional tidak jelas dosis/ takaran dan efek samping dari penggunaannya tidak dapat dipertanggungjawabkan secara medis. Pada beberapa kasus justru menimbulkan perdarahan hebat dan membahayakan nyawa ibu hamil.
Apa saja persiapan sebelum kuret?
Kondisi psikis dan fisik ibu juga harus dipersiapkan untuk menghadapi proses kuret karena berpengaruh terhadap kelancaran proses kuret.Beberapa dokter ada yang menganjurkan pemeriksan darah sebelum kuret bila memang diperlukan. Apabila ibu mempunyai riwayat gangguan pembekuan darah hendaknya disampaikan kepada dokter dan bidan yang merawat. Pada kuret terencana maka dokter akan menganjurkan untuk puasa pada malam harinya agar pagi ibu siap dikuret.
Pada keadaan tertentu adakalanya terjadi dalam situasi darurat seorang ibu hamil harus segera dikuret meskipun tanpa persiapan. Beberapa persiapan kuret lainnya adalah tindakan pemberian obat untuk membantu proses pembukaan mulut rahim agar alat kuret bisa masuk. Pada tahap ini ibu diberi obat secara terjadwal yang efeknya menimbulkan kontraksi atau kram pada rahim. Pemberian obat bisa melalui vagina maupun melalui obat minum. Sebelum kuret dimulai sebaiknya ibu hamil buang air kecil terlebih dahulu agar memperlancar proses kuret. Kandung seni yang penuh akan menghambat dokter dalam melakukan tindakan kuret.
Bagaimana sih proses kuret itu yang sesungguhnya? Teman - saya cerita katanya sakit sekali, benarkah demikian?
Mengenai rasa nyeri yang dirasakan ibu hamil saat kuret, tidak akan selalu sama pada ibu hamil yang lain. Sangat individual. Sama seperti pengalaman ibu bersalin pasti akan berbeda - beda. Tindakan ini tidak akan menyakitkan. Tak perlu cemas,dokter pasti akan memberikan obat bius total selama kuret berlangsung. Ibu akan tidur dengan nyenyak hingga proses kuret selesai. Pada saat kuret dokter akan membersihkan rahim dari janin yang sudah gugur dan membersihkan ari - ari janin termasuk sisa- sisa darah yang tertahan di dalam rahim. Proses kuret sendiri tidak lama kog, hanya berkisar 10 hingga 15 menit.
Setelah sadar dari bius akibat kuret apa yang harus saya lakukan?
Setelah kuret selesai dan ibu sudah mulai sadar, bidan akan membantu ibu secara bertahap belajar miring atau bila tidak pusing ibu akan dibantu duduk. Ibu boleh minum bila sudah ada anjuran dari tenaga kesehatan yang merawat. Sebaiknya jangan langsung makan makanan padat, mulailah dengan minum hangat dahulu. Lalu dilanjutkan dengan latihan duduk dan jalan. Bila masih pusing jangan memaksakan diri. Sedapat mungkin latihan bergerak secara bertahap agar membantu mempercepat proses pemulihan tubuh ibu setelah menjalani kuret. Setelah kuret dianjurkan untuk minum air putih yang cukup dan segera mencoba buang air kecil, jangan ditahan
Berapa lama harus tinggal di rumah sakit setelah kuret?
Tidak semua ibu hamil dengan kuret harus rawat inap. Bila kondisinya cukup stabil maka tidak perlu rawat inap. Namun bila ibu hamil mengalami perdarahan berlebihan maupun kadar hemoglobine ( Hb ) dalam darah mengalami penurunan sehingga terjadi anemia sebaiknya ibu hamil rawat inap.
Apakah setelah kuret masih bisa hamil?
Selama sel sperma dan sel telur ibu dalam keadaan sehat dan juga di dukung rahim yang sehat maka kehamilan masih dapat terjadi lagi. Justru dengan kuret maka rahim dan alat reproduki ibu tetap terjaga kesehatannya, terhindar dari infeksi. Namun demikian ada beberapa kasus dimana perencanaan kehamilan perlu konsultasi lebih lanjut pada dokter kandungan. Misalnya pada keguguran berulang atau dengan akibat - akibat kelainan bentuk rahim maupun gangguan hormonal.
Kapan sih boleh melakukan hubungan suami istri setelah kuret?
Nah ini pertanyaan dari para suami tentunya, Pertanyaan baik .Terimakasih untuk kepeduliannya. Setelah kuretase sebaiknya hubungan seksual ditunda sampai dengan 40 hari hal ini penting untuk memberi kesempatan proses penyembuhan dari rahim serta alat - alat kandungan yang bertujuan mencegah terjadinya infeksi maupun perdarahan setelah kuret.
Makanan apa saja yang penting untuk saya konsumsi setelah kuret?
Setelah kuretase sebaiknya ibu meningkatkaan asupan makanan yang berprotein tinggi seperti ikan laut, telur maupun daging tanpa lemak. Protein ini sangat penting untuk mempercepat penyembuhan rahim. Sayuran yang banyak mengandung zat besi seperti sayuran hijau, bayam merah, dan sayur mayur yang mengandung asam folat. Minum jus buah segar yang mengandung vitamin C seperti jeruk, tomat, pepaya dan juga buah maupun sayur yang mengandung vitamin E .
Sahabat tidak semua pertanyaan bisa saya posting saat ini, bila ada kesempatan akan kita lanjutkan lagi ngobrol seputar kuret pada keguguran kehamilan.
Satu cacatan penting : Tindakan curet adakalanya menimbulkan pengalaman traumatis, terlebih bila pernah lebih dari satu kali kuret. Yang harus dilakukan adalah menerima dengan lapang dada bahwa mungkin belum saatnya Tuhan berkenan memberikan anugerah kehamilan tersebut. Suami istri saling meneguhkan dan memberi dukungan mental. Istirahat yang cukup dan kurangi aktifitas yang melelahkan. Berdoalah agar anda dapat melewati masa kehilangan ini dengan ikhlas. Percayalah semua rencana Tuhan indah pada waktunya.
http://kesehatan.kompasiana.com/ibu-dan-anak/2011/03/28/tanya-jawab-seputar-kuret-pada-keguguran-kehamilan/
Perawatan Luka Jahitan Setelah Melahirkan
Published :
17.54
Author :
Pejuang Syahidah
Ibu yang bersalin secara normal, beberapa ada yang tidak mengalami robekan karena jalan lahirnya cukup elastis ketika dilalui bayi saat proses persalinan. Namun ada ibu yang memerlukan bantuan dokter maupun bidan untuk memperlebar jalan lahir dengan dilakukan pengguntingan jaringan di daerah perineum yakni jaringan otot / kerampang antara anus dan vagina. Pengguntingan jaringan otot perineum ini disebut tindakan episiotomi.
Setelah selesai persalinan maka dokter atau bidan akan menjahit dan menyatukan kembali luka tersebut sedemikian rupa agar nantinya sembuh dengan sempurna. Nah untuk mempercepat pemulihan luka tersebut diperlukan perawatan yang benar.
Mengapa perawatan luka bekas jahitan ini penting ?
Karena luka bekas jahitan jalan lahir ini dapat menjadi pintu masuk kuman dan menimbulkan infeksi, ibu menjadi panas, luka basah dan jahitan terbuka, bahkan ada yang mengeluarkan bau busuk dari jalan lahir( vagina )
Kapan dimulai perawatan luka jalan lahir ini?
Sesegera mungkin setelah 6 jam dari persalinan normal. Ibu akan dilatih dan dianjurkan untuk mulai bergerak duduk dan latihan berjalan.Tentu saja bila keadaan ibu cukup stabil dan tidak mengalami komplikasi misalnya tekanan darah tinggi atau pendarahan
Bagaimana persiapan dan caranya merawat?
Siapkan air hangat
Sabun dan waslap
Handuk kering dan bersih
Pembalut ganti yang secukupnya
Celana dalam yang bersih
Caranya yaitu:
- Lepas semua pembalut dan cebok dari arah depan ke belakang
- Waslap dibasahi dan buat busa sabun lalu gosokkan perlahan waslap yang sudah ada busa sabun tersebut ke seluruh lokasi luka jahitan. Jangan takut dengan rasa nyeri, bila tidak dibersihkan dengan benar maka darah kotor akan menempel pada luka jahittan dan menjadi tempat kuman berkembang biak.
- Bilas dengan air hangat dan ulangi sekali lagi sampai yakin bahwa luka benar – benar bersih. Bila perlu lihat dengan cermin kecil.
- Setelah luka bersih boleh berendam dalam air hangat dengan menggunakan tempat rendam khusus. Atau bila tidak bisa melakukan perendaman dengan air hangat cukup di siram dengan air hangat.
- Kenakan pembalut baru yang bersih dan nyaman dan celana dalam yang bersih dari bahan katun. Jangan mengenakan celana dalam yang bisa menimbulkan reaksi alergi.
- Segera mengganti pembalut jika terasa darah penuh, semakin bersih luka jahitan maka akan semakin cepat sembuh dan kering. Lakukan perawatan yang benar setiap kali ibu buang air kecil atau saat mandi dan bila mengganti pembalut.
- Konsumsi makanan bergizi dan berprotein tinggi agar luka jahitan cepat sembuh. Makanan berprotein ini bisa diperoleh dari telur, ikan, ayam dan daging, tahu, tempe. Jangan pantang makanan, ibu boleh makan semua makanan kecuali bila ada riwayat alergi.
- Luka tidak perlu dikompres obat antiseptik cair tanpa seijin dokter atau bidan.
Lakukan senam nifas.
Yaitu senam untuk ibu setelah melahirkan, boleh mengangkat kaki saat tiduran secara bergantian. Kaki diangkat satu persatu secara bergantian mulai setinggi 45 ˚ sampai 90 ˚.
Perbanyak latihan jalan dengan posisi badan lurus jangan membungkuk.
Boleh jongkok pelan – pelan. Jangan kuatir jahitan akan lepas karena jahitan sangat kuat.
Lepas karena ibu tidak rajin membersihkan luka jahitan sehingga terjadi infeksi. Atau pada beberapa kasus yang sangat jarang ibu alergi benang jahitan tersebut.
Berapa lama jahitan akan kering?
Luka jahitan rata – rata akan kering dan baik dalam waktu kurang dari satu minggu.
Keluhan yang bagaimana yang perlu penanganan dokter atau bidan ?
Bila keluar darah kotor bau busuk dari jalan lahir, ibu panas, dan luka jahitan bengkak kemerahan terasa sangat nyeri atau luka jahitan bernanah.
Ada beberapa catatan yang perlu diketahui:
1. Luka jahitan memang akan terasa sedikit nyeri
- Jangan cemas, rasa nyeri ini akibat terputusnya jaringan syaraf dan jaringan otot , namun semakin sering di gerakkan maka nyeri akan berkurang. Bila ibu hanya berbaring terus menerus dan takut bergerak karena nyeri akan menghambat proses penyenbuhan. Sirkulasi darah pada luka menjadi tidak lancar.
2. Luka terlihat sedikit bengkak dan merah
Pada proses penyembuhan luka tubuh secara alami akan memproduksi zat – zat yang merupakan reaksi perlawanan terhadap kuman. Sehingga dalam proses penyembuhan luka kadang terjadi sedikit pembengkakan dan kemerahan. Asalkan luka bersih ibu tak perlu cemas. Bengkak dan merah ini bersifat sementara.
Beberapa keluarga masih ada yang menganjurkan untuk mengurangi minum air putih agar jahitan cepat kering. Hal ini sama sekali tidak dibenarkan. Justru ibu harus minum yang banyak, minimal 8 gelas sehari untuk memperlancar buang air kecil, mengganti cairan tubuh yang hilang dan memperlancar proses pengeluaran ASI.
Sebagai pengetahuan tambahan yang perlu kita ketahui adalah tingkatan luka jalan lahir atau robekan Perineum
Robekan pada luka perineum ini sebenarnya ada beberapa tingkatan, yakni secara sederhana dapat di jelaskan sebagai berikut :
Jahitan pada robekan jahitan jalan lahir tingkat 1, yakni jahitan yang hanya menyatukan kulit luar yang robek, lalu yang berikut jahitan pada robekan jalan lahir tingkat II, yang menyatukan kulit dan jaringan otot ( ini yang paling sering terjadi ), dan terakhir adalah jahitan yang menyatukan robekan jalan lahir ytingkat III yang robek sampai dubur.
Sehingga secara khusus ada sedikit perbedaan perawatan dan masa penyembuhan.
Secara umum luka jahitan tingkat kedua lebih banyak dialami.
Setelah selesai persalinan maka dokter atau bidan akan menjahit dan menyatukan kembali luka tersebut sedemikian rupa agar nantinya sembuh dengan sempurna. Nah untuk mempercepat pemulihan luka tersebut diperlukan perawatan yang benar.
Mengapa perawatan luka bekas jahitan ini penting ?
Karena luka bekas jahitan jalan lahir ini dapat menjadi pintu masuk kuman dan menimbulkan infeksi, ibu menjadi panas, luka basah dan jahitan terbuka, bahkan ada yang mengeluarkan bau busuk dari jalan lahir( vagina )
Kapan dimulai perawatan luka jalan lahir ini?
Sesegera mungkin setelah 6 jam dari persalinan normal. Ibu akan dilatih dan dianjurkan untuk mulai bergerak duduk dan latihan berjalan.Tentu saja bila keadaan ibu cukup stabil dan tidak mengalami komplikasi misalnya tekanan darah tinggi atau pendarahan
Bagaimana persiapan dan caranya merawat?
Siapkan air hangat
Sabun dan waslap
Handuk kering dan bersih
Pembalut ganti yang secukupnya
Celana dalam yang bersih
Caranya yaitu:
- Lepas semua pembalut dan cebok dari arah depan ke belakang
- Waslap dibasahi dan buat busa sabun lalu gosokkan perlahan waslap yang sudah ada busa sabun tersebut ke seluruh lokasi luka jahitan. Jangan takut dengan rasa nyeri, bila tidak dibersihkan dengan benar maka darah kotor akan menempel pada luka jahittan dan menjadi tempat kuman berkembang biak.
- Bilas dengan air hangat dan ulangi sekali lagi sampai yakin bahwa luka benar – benar bersih. Bila perlu lihat dengan cermin kecil.
- Setelah luka bersih boleh berendam dalam air hangat dengan menggunakan tempat rendam khusus. Atau bila tidak bisa melakukan perendaman dengan air hangat cukup di siram dengan air hangat.
- Kenakan pembalut baru yang bersih dan nyaman dan celana dalam yang bersih dari bahan katun. Jangan mengenakan celana dalam yang bisa menimbulkan reaksi alergi.
- Segera mengganti pembalut jika terasa darah penuh, semakin bersih luka jahitan maka akan semakin cepat sembuh dan kering. Lakukan perawatan yang benar setiap kali ibu buang air kecil atau saat mandi dan bila mengganti pembalut.
- Konsumsi makanan bergizi dan berprotein tinggi agar luka jahitan cepat sembuh. Makanan berprotein ini bisa diperoleh dari telur, ikan, ayam dan daging, tahu, tempe. Jangan pantang makanan, ibu boleh makan semua makanan kecuali bila ada riwayat alergi.
- Luka tidak perlu dikompres obat antiseptik cair tanpa seijin dokter atau bidan.
Lakukan senam nifas.
Yaitu senam untuk ibu setelah melahirkan, boleh mengangkat kaki saat tiduran secara bergantian. Kaki diangkat satu persatu secara bergantian mulai setinggi 45 ˚ sampai 90 ˚.
Perbanyak latihan jalan dengan posisi badan lurus jangan membungkuk.
Boleh jongkok pelan – pelan. Jangan kuatir jahitan akan lepas karena jahitan sangat kuat.
Lepas karena ibu tidak rajin membersihkan luka jahitan sehingga terjadi infeksi. Atau pada beberapa kasus yang sangat jarang ibu alergi benang jahitan tersebut.
Berapa lama jahitan akan kering?
Luka jahitan rata – rata akan kering dan baik dalam waktu kurang dari satu minggu.
Keluhan yang bagaimana yang perlu penanganan dokter atau bidan ?
Bila keluar darah kotor bau busuk dari jalan lahir, ibu panas, dan luka jahitan bengkak kemerahan terasa sangat nyeri atau luka jahitan bernanah.
Ada beberapa catatan yang perlu diketahui:
1. Luka jahitan memang akan terasa sedikit nyeri
- Jangan cemas, rasa nyeri ini akibat terputusnya jaringan syaraf dan jaringan otot , namun semakin sering di gerakkan maka nyeri akan berkurang. Bila ibu hanya berbaring terus menerus dan takut bergerak karena nyeri akan menghambat proses penyenbuhan. Sirkulasi darah pada luka menjadi tidak lancar.
2. Luka terlihat sedikit bengkak dan merah
Pada proses penyembuhan luka tubuh secara alami akan memproduksi zat – zat yang merupakan reaksi perlawanan terhadap kuman. Sehingga dalam proses penyembuhan luka kadang terjadi sedikit pembengkakan dan kemerahan. Asalkan luka bersih ibu tak perlu cemas. Bengkak dan merah ini bersifat sementara.
Beberapa keluarga masih ada yang menganjurkan untuk mengurangi minum air putih agar jahitan cepat kering. Hal ini sama sekali tidak dibenarkan. Justru ibu harus minum yang banyak, minimal 8 gelas sehari untuk memperlancar buang air kecil, mengganti cairan tubuh yang hilang dan memperlancar proses pengeluaran ASI.
Sebagai pengetahuan tambahan yang perlu kita ketahui adalah tingkatan luka jalan lahir atau robekan Perineum
Robekan pada luka perineum ini sebenarnya ada beberapa tingkatan, yakni secara sederhana dapat di jelaskan sebagai berikut :
Jahitan pada robekan jahitan jalan lahir tingkat 1, yakni jahitan yang hanya menyatukan kulit luar yang robek, lalu yang berikut jahitan pada robekan jalan lahir tingkat II, yang menyatukan kulit dan jaringan otot ( ini yang paling sering terjadi ), dan terakhir adalah jahitan yang menyatukan robekan jalan lahir ytingkat III yang robek sampai dubur.
Sehingga secara khusus ada sedikit perbedaan perawatan dan masa penyembuhan.
Secara umum luka jahitan tingkat kedua lebih banyak dialami.
Waspadai Sepak Terjang Pengemis Cinta di FB
Published :
17.16
Author :
Pejuang Syahidah
Kehadiran Facebook, membuat dunia semakin terlipat dalam genggaman
Ada bahayanya jika kita tak mampu menjaga hati, dan menjaga iman kita….
Salah satu yang kebabalasan dalam facebook itu adalah
...Interaksi lelaki dan perempuan
Panah – panah setan mulai dilepaskan begitu pertama kali
Engkau menulis status atau notes atau tautan
Status, notes, tautan itu menjadi Pesona dihati-hati mereka yang kotor
Pada awalnya niat membuat itu semua karena Allah….
Tapi dijejak ini justru setan, mulai menampakkan kerja-kerjanya
Maka status-status itu menjadi pesona !!!!!!!!!
Maka dimulailah interaksi
Saling sapa….
Lewat konsultasi mungkin awalnya
Sekedar menanya masalah agama…..
Tapi jika di titik ini kita tak memiliki bekal iman yang kuat
Maka sadarlah
Maka ketahuilah, perangkap setan itu mulai ditiupkan dihatimu.
Maka kita miris ketika ada ikhwan/akhwat yang jelas-jelas mengetahui bahwa seorang lelaki/wanita itu memiliki
Istri/Suami , dengan ringannya, tanpa malu, merasa begitu akrab dengan lelaki/wanita itu…..!!!
Seolah dia tak melihat, dan memandang bahwa ia telah memiliki pasangan hidup.
Astaqfirullah……!!
Tapi yang berbahaya juga adalah ketika si pemilik akun yang laki-laki ini
Mendiamkan, atau membiarkan itu semua
Pada saat itu setan meniupkan kenyamanan dihatimu….!!
Padahal itu adalah bara api yang akan membakar dirimu dan keluargamu dikemudian hari…
(Kepekaan yang Hilang)
Kita harus bersyukur jika kita memiliki pasangan yang selalu mengingatkan kita
Atau saudara-saudara di jalan Allah yang menegur kita
Karena peringatan dan Teguran itu
Akibat kepekaanmu yang hilang…!!
Maka boleh jadi engkau tak akan pernah mampu mencium wanginya surga
Karena tak ada peka, yang menimbulkan cemburu, karena saat itu maksiat telah engkau lakukan….
Inilah Kepekaan yang hilang
Menganggap remeh semua, dan membuka pintu setan yang lebar
Maka hidupkan hatimu
Sadar diri….
Ada adab-adabnya kita berinteraksi antara ikhwan dan akhwat
(Mencegah si Pengemis Cinta)
Mereka terbentuk akibat korban rekayasa semu Facebook
Memandang seseorang bagai bintang yang bersinar
Maka timbulah idola baru
Berharap...
Mendapatkan Cinta dari Idolanya itu
Ah Setan Memang Pandai membuat tipu daya
Mematikan hati
Dan melepaskan kemuliaan seorang Muslim
Pengemis Cinta ini tanpa malu-malu
Terus berharap, mendapatkan cinta
Padahal pemilik Cinta Yaitu Allah
Memandang dengan tatapan tidak Ridho……
Mereka telah mati hatinya
Dan mereka telah merusak citra dakwah……
Jika pengemis Cinta ini masuk dan menggoda orang-orang yang telah berumah tangga
Maka mereka lah penyebab bara di rumah tangga itu
Jika pengemis Cinta ini masuk kepada mereka yang belum menikah
Maka jika terjadi pernikahan karena fasilitasi oleh Facebook
Maka yang ada adalah Cinta yang dibangun diatas Rekayasa semu
Cinta seperti ini akan sulit bertahan lama
Karena mereka cenderung memanipulasi diri
Padahal hakikatnya di dunia nyata, tak sebaik yang tergambar di dunia maya
Lagi-lagi setan bertepuk tangan
Misi si Pengemis Cinta, telah berhasil menodai bangunan dakwah
Pada pilar kedua yaitu Pembentukkan Keluarga Muslim
( Inilah Solusinya….)
Suami Istri Satu akun Facebook
Ini adalah sebagian dari cara membentengi diri, menjaga hijab, dan selalu ada kejujuran
Facebook jika kita tak bijak menyikapinya, maka kemungkinan orang tergelincir selalu ada
Menjadi Korban si pengemis Cinta
Atau bahkan dirinya menjadi si Pengemis Cinta itu sendiri
Maka jika akun Facebook dioperatorkan bersama oleh suami Istri
Maka nilai-nilai kejujuran selalu ada
Dan ini adalah inti dari kepercayaan dalam biduk rumah tangga itu sendiri.
Jujur itu kata kuncinya
Maka antum semua yang sudah berumah tangga
Mungkin boleh mencoba untuk membuat akun Facebook, yang di operatorkan bersama
Oleh istri atau suami dalam satu akun yang sama.
Sedangkan bagi yang belum menikah
Menjaga pandangan dan mensucikan hati
Dengan cara hanya menerima pertemanan dari akhwat untuk akhwat
Dan dari ikhwan untuk ikhwan
Adalah salah satu cara itu.
Jangan sampai kita menjadi petualang di dunia Facebook
Petualang yang membuka tabir, kejelekan kita sebagai manusia dimata Allah
Petualang-petualang ini
Pengemis Cinta itu sejatinya
Beratkah semua itu …!
Tidak…..!
Jika Iman dan Ridho Allah yang kita cari
Kecuali bagi orang-orang yang selalu mempunyai dalil membela diri….!!!
Facebook bisa menjadi sarana dakwah
Bagi suami istri dalam satu akun yang sama….!!!
Insya Allah Pasti !!!
Wrote by: )I(Hamzah)I(
Kupostingkan disela-sela pekerjaanku pagi ini
Terima kasih Istriku sayan
Langganan:
Postingan (Atom)
Labels
- akhlak (1)
- anak (1)
- ANC (Kehamilan) (1)
- cinta (14)
- curcol..hihihi (5)
- dakwah (8)
- epidemiologi (1)
- Fiqih (1)
- hikmah (6)
- INC (persalinan) (2)
- matkul fkm (2)
- medis (14)
- motivasi (5)
- nifas (3)
- ukhuwah (9)
- yankes (1)

