Sabtu, 04 Juni 2011

JALAN DAKWAH

Jalan dakwah itu cukup panjang hingga tak terlihat pangkalnya…
Kereta dakwah akan terus melaju dengan atau tanpa kita…
Akankah kita rela jika tertinggal…?

Di lain sisi…
Banyak aktifis dakwah yang undur diri secara perlahan ataupun ‘minta cuti’
“Akh, ana mau ijin dulu untuk tidak terlibat dalam kegiatan dakwah, ana mau konsen kuliah dulu”
“Ukhti, ana sudah lelah dengan dakwah ini, ana merasa sendiri, ana kecewa, lebih baik ana undur diri saja”
Di bumi yang lain, banyak aktifis dakwah yang futur setelah lulus kuliah, bekerja atau setelah kembali ke kampung halamannya, tak jarang didapati mereka yang dulunya gentol di dakwah kampus kini penampilannya jauh dari yang dulu, tidak mau peduli dengan dakwah bahkan tidak bertegur sapa dengan teman lamanya. Hingga akhirnya orang-orang itu semakin memperpanjang barisan orang-orang futur, naudzubillah…

Dakwah sepanjang hayat…
Dakwah tak hanya di pesantren, kampus dan sekolah
Dakwah harus terus kita serukan kapan saja dan dimana saja
Selama hayat masih dikandung badan

Dakwah tak mengenal usia
tak hanya untuk kaum muda atau mahasiswa
tidakkah kita iri kepada kisah bapak dan anak yang berebutan untuk pergi berperang
sang bapak yang usianya sudah tua merasa tidak ada kesempatan lain lagi
tapi sang anak menjawab “jika bukan karena surga ayahanda,tentu aku lebih mendahulukanmu..”

Istiqomah…. Itulah kuncinya
Sebuah kata yang maknanya cukup berat hingga Rasulullah beruban ketika mendengar ayat tentangnya.

Bagaimana agar kita bisa tetap istiqomah dalam dakwah?
Dan sebenarnya apa saja keutamaan dakwah?
Semoga tausiyah di bawah ini bisa memotivasi kita untuk istiqomah dalam dakwah

Dakwah Sepanjang Hayat

(dapet dari sebuah majelis ilmu, 5 November 2006, oleh Ust.Irwan Budiono)

Kenapa Dakwah?
- Dakwah adalah amal yang “WAH”
3 ciri amal unggulan:
1. tidak banyak yang melakukan
2. wilayah penerima manfaatnya banyak
3. berat untuk dilaksanakan
“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya Aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?” (QS.Al Fushilat:33)

- Dengan dakwah kita memperoleh “IZZAH”
“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. sekiranya ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.” (QS.Ali Imron:110)

- Dengan dakwah hidup kita jadi “BERKAH”
Barokah=ziyadatul khoir
4 kunci kebahagiaan hidup:
1. istri yang sholihah
2. rumah yang nyaman
3. kendaraan
4. tetangga yang baik

- Dengan dakwah kita bisa memperoleh “JANNAH”
Gambaran surga berdasarkan Al Qur’an dan hadist diantaranya:
o Menu surgawi: “Diedarkan kepada mereka piring-piring dari emas, dan piala-piala dan di dalam surga itu terdapat segala apa yang diingini oleh hati dan sedap (dipandang) mata dan kamu kekal di dalamnya. Dan Itulah surga yang diwariskan kepada kamu disebabkan amal-amal yang dahulu kamu kerjakan.” (QS. Az-Zukhruf 71-72)
o Cuaca taman surgawi: “Di dalamnya mereka duduk bertelakan di atas dipan, mereka tidak merasakan di dalamnya (teriknya) matahari dan tidak pula dingin yang bersangatan. Dan naungan (pohon-pohon surga itu) dekat di atas mereka dan buahnya dimudahkan memetiknya semudah-mudahnya.” (QS. Al Insan: 13-14)
o Bidadari di taman surgawi: “Di dalam syurga itu ada bidadari-bidadari yang sopan menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni syurga yang menjadi suami mereka), dan tidak pula oleh jin.” (QS. Ar-Rahman:56)

Ternyata untuk terus berdakwah tidak mudah…
Ternyata untuk terus berdakwah perlu mujahadah…
Maka Istiqomah-lah…

Ada wasiat dari Al Qur’an yang memerintahkan kita untuk istiqomah
“…….aamantu billah tsummastaqim…” yakni dari surat Al Ahqaf:13 yang artinya:
“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah”, Kemudian mereka tetap istiqamah, Maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita.”
Bukti keistiqomahan…
- cambuk dan tombak merobek kulit keluarga Yasir
- peluh bercampur darah membasuhi bilal saat ditimpa batu di bawah terik matahari, dll

Istiqomah berupakan buah keimanan.

Ust.Rahmat Abdullah pernah mengajarkan sebuah do’a: “Ya Allah, jadikan kami penerus mata rantai dakwah untuk generasi sesudah kami. Jangan jadikan kami pemutusnya dengan keengganan dan kemalasan kami.”

Lets Be an ‘Istiqomah Man’
Bekalnya:
- berpuasa di hari yang panas untuk menghadapi hari kebangkitan
- sholat 2 rakaat di tengah malam gelap gulita
- melaksanakan ibadah haji untuk menghadapi cobaan besar
- bersedekah kepada orang miskin
- ucapkan kalimat yang baik dan hindari tutur kata yang tercela
(nasehat Rasulullah kepada Abu Dzar)

Kiat be an ‘Istiqomah Man’:
1. Instal (kerjakan dengan kontinue dan ikhlas): program tahajud, puasa sunnah, sholat jamaah, amal kebaikan, ziswaf, tilawag dan hafalan.
2. Kuatkan amal jama’i
Lihat QS.Ash-Shof(61):4
3. Jaga liqo’at tarbawi kita
Bisa menjaga kestabilan ruhiyah kita (charger ruhiyah)
4. Kuatkan ukhuwah
QS.al Anfal 8:63
Jika kita sedang tidak bersemangat, pandanglah wajah saudara2 kita yg sedang bersemangat
5. Gandakan kesabaran
QS. ali Imron:200
Jangan sampai ada ungkapan “kecewa di jalan dakwah”

http://dakwahkeren.blogspot.com/2008/12/jalan-dakwah-itu-cukup-panjang-hingga.html

Untuk yang Berniat Pergi dan yang Telah Pergi

Mudah-mudahan kau tak lupa. Dulu masing-masing kita duduk di lingkarannya. Dengan suguhan tilawah,  muroja’ah dan materi panah. Mata kecil kita dibuka oleh satu gelombang indah. Gelombang yang disatukan oleh ukhuwah dan digerakkan oleh hamasah. Yang menyeret kita hingga berada dalam lingkaran-lingkaran kecil tarbiyah.
Semoga kau tak melupakan jasa baik gelombang itu. Dia yang memperkenalkan islam pada kita. Saat jiwa yang tumbuh remaja masih lugu. Saat jiwa rawan terseret dunia. Lelap dalam pencarian jati diri. Mereka dan kebaikannya menyelamatkan kita.

Lalu kalau gelombang itu berlabel harokah, maka adalah wajar bila ia berubah. Ia mengalir mengikuti permukaan zaman. Karena ia bukan air yang tergenang.
Lalu kalau banyak fitnah -internal dan eksternal-, maka adalah wajar berlakunya sunnatullah. Kau tak menemukan jama’ah dakwah yang selamat dari fitnah. Sejak dahulu, zaman para nabi, hingga sekarang.
Lalu kalau banyak terjadi perbedaan, maka adalah wajar sekumpulan manusia bertentang faham. Mereka manusia yang bersemangat memikirkan dakwah, kemudian terkumpul banyak gagasan. Dan itu adalah khasanah kekayaan yang luar biasa adanya.

Kini saat serbuan kabar dan tuduhan menghajar gelombang itu, kau memutuskan beralih membawa segenap kekecawaanmu. Sedangkan aku masih di sini, dalam husnuzhonku. Karena berbagai berita itu tak dapat terkonfirmasi olehku.

Tapi ‘alaa kulli haal, kuharap masih ada rasa kasih sayang antara kita. Semoga Rabhithah yang dulu diperkenalkan oleh gelombang itu, masih tertanam dalam hati kita.
Saudaraku, kalau kau masih mempercayai akan adanya orang-orang yang tulus dalam gelombang itu, maka kuminta kau berhenti menyudutkan ia di muka umum. Kalau kau masih percaya bahwa kejahatan mengintai gelombang itu, maka kuminta kau berhenti mengumpan anasir-anasir jahat untuk menghancurkan gelombang itu.
Kalau kritik yang kau berikan, dekatkan mulutmu ke telinga ku! Karena sedikit kritikmu terdengar oleh anasir-anasir jahat, maka anasir-anasir itu akan membuat kritikmu menjadi adonan yang diberi soda kue hingga mengembang dan dibubuhi berbagi bumbu hujatan. Relakah kau mendengar saudaramu dicaci maki?

Kalau kau masih percaya bahwa masih banyak orang yang baik dalam gelombang itu, aku minta kau bersedekah dengan diammu. Kenanglah kebaikan yang pernah diberikan oleh gelombang itu padamu, agar teredam hasrat untuk mengumbar kekecewaanmu.
Dulu gelombang itu telah berbuat baik padamu. Kini, berbuat baiklah pada gelombang itu dengan menahan diri dari melampiaskan kekecewaanmu. Kalau kau mempercayai berita-berita itu, biarlah akhirat mengungkap semuanya. Biarkanlah orang-orang yang -kau percayai masih- tulus bekerja. Mereka adalah orang-orang yang tidak terganggu oleh berita dan tuduhan itu. Mereka orang-orang yang sama sepertiku, tetap dalam husnuzhonnya. Atau mereka orang yang mengerti betul bahwa kebanyakan berita/ tuduhan yang datang itu tidak valid.

Wallahu’alam..,

Kode Etik Ikhwan Akhwat (KENA)



Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuhu

Alhamdulillah senantiasa kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang masih memantapkan diri kita dalam jalan dakwah ini dan kita senantiasa berdo’a agar kita istiqomah berada di jalan ini. Shalawat serta salam kepada Nabiullah Muhammad SAW yang telah membimbing dan memberikan suri tauladan dalam beraktifitas di dunia sehingga tidak melanggar syari’at Allah SWT.

Ikhwah fillah yang dirahmati Allah SWT, dakwah meliputi segala aspek kehidupan. Dengan melebarnya sayap dakwah maka dibutuhkan kerja keras yang tidak ringan antar komponen dakwah baik yang ada di struktur lembaga maupun tidak. Dengan semakin lebarnya bidang garap dakwah maka koordinasi/ komunikasi merupakan hal yang tidak bisa dipungkiri diantara sesama aktifis tidak terlepas apakah antar sesama putra atau putri maupun antara putra dan putri.

Koordinasi / komunikasi saat ini sudah bukan merupakan hal yang sulit dilakukan seiring dengan perkembangan teknologi. Yang dulu ketika koordinasi kita harus ketemu dalam forum (baca: syuro) maka sekarang tidak perlu ada forum kita sudah dapat melakukan koordinasi baik melalui HP (telpon/ sms) maupun via internet (e-mail/ chating). Sehingga tidak ada alasan lagi tidak bisa koordinasi.

Namun, tiap kemudahan ada cobaan. Salah satu cobaan yang ditimbulkan adalah munculnya benih – benih ketertarikan yang mulai direalisasikan dalam komunikasi diantara putra dan putri.Karena dengan via HP atau internet maka kita bisa koordinasi berdua secara privat tanpa ada yang tahu kecuali yang bersangkutan dan Allah SWT. Tentu kita ingat sebuah hadist :

"Tidak boleh berduaan ditempat sunyi seorang laki – laki diantaramu dengan seorang wanita kecuali wanita itu bersama muhrimnya." (HR. Bukhari – Muslim)

Dan sebuah hadist tentang zina :

"Telah ditentukan bagi manusia nasibnya dengan perzinaan yang akan diterima olehnya dengan pasti yaitu : Dua mata perzinaannya dengan cara melihat (yang maksiat). Dua telinga perzinaannya dengan cara mendengarkannya. Lidah (ucapan) perzinaannya dengan cara mempercakapkannya. Tangan keduanya perzinaannya dengan cara merabanya. Kaki perzinaannya dengan cara melangkah padanya. Hati perzinaannya dengan cara menarik dan bercita – cita padanya, yang kemudian dibenarkan kelaminnya atau menolaknya." (HR. Bukhari – Muslim).

"tresno jalaran soko kulino (suka datangnya dari kebiasaan)", "dari mata turun kehati". Mungkin kalimat – kalimat tersebut sering kita dengar dan hal itu memang bisa saja terjadi bahkan bagi seorang aktifis dakwah sekalipun. Ikhwahfillah, untuk menjaga diri kita dari mendekati perbuatan yang menjadi penghambat dakwah maka kami membuat sebauh etika koordinasi. Diharapkan Draft KENA (Kode Etik putra putri) ini dapat menghasilkan maslahat yang banyak ,tentu kita ingat sebuah hadist :

Umat Islam terikat dengan perjanjian yang dibuat sesama mereka, kecuali perjanjian yang isinya mengharamkan yang halal atau menghalalkan yang haram (HR Ahmad dan Abu Dawud).

'Urf atau tradisi atau aturan lain dapat dijadikan produk hukum selama tidak melanggar Syariah. Adapun butir – butirnya adalah sebagai berikut :

Dalam pelaksanaan syuro’ :

* Terlaksana jika minimal dihadiri oleh 2 putra dan 2 putri
* Semua peserta mengetahui agenda syuro
* Memperhatikan adab – adab syuro’, diantaranya :

- Pembukaan
- Tilawah
- Agenda syuro dan pembahasan
- Kesimpulan
- Taujih
- Penutup, dengan do’a penutup majelis

* Tidak banyak bercanda, mohon berhati – hati dalam bercanda
* Gunakan intonasi bahasa yang tegas dan jelas (terutama putri)
* Syuro’lah dengan ikhlas, cepat dan tuntas
* Koordinasi di lapangan/ kegiatan (diluar forum)
* Tidak bertemu kecuali mendesak dan penting
* Minimal ada 2 putra dan 2 putra
* Menjaga hati, benarkan niat, jaga pandangan


Via telpon :

* Persiapkan hal – hal yang akan disampaikan ketika akan komunikasi
* Bicarakan hal – hal pokok dan penting, jangan disertai dengan pendahuluan yang tidak ada hubungannya dengan inti pembicaraa
* Menggunakan intonasi bahasa yang jelas dan tegas
* Komunikasi maksimal jam 21.00 WIB
* Durasi telpon maksimal 15 menit.
* Bersihkan niat

Via SMS :

* Gunakan bahasa yang resmi, mudah diterima, informative, padat dan jelas
* Tidak disertai dengan pendahuluan yang tidak ada hubungannyta dengan inti pesan.
* Tidak menggunakan symbol – symbol ‘gaul’, missal : J, :D, :P
* Info syuro disertai dengan agenda
* SMS taujih tidak dikhususkan ke orang – orang tertentu (terutama lawan jenis)
* Tidak banyak guyon dan berlebih – lebihan.

Ikhwah fillah, etika diatas hanya sebuah catatan dari kami yang mungkin perlu kita perhatikan. Saling mengingatkan jangan sampai dakwah ini terhambat atau bahkan mundur karena dosa – dosa kecil yang dilakukan oleh para penggerak dakwahnya.

Dengan adanya etika ini kami berharap kasus – kasus yang terlintas dalam benak kami tidak terjadi. Kami bermaksud untuk mecegah terjadinya penyakit. Dan jika memang sudah terjangkiti kami berharap bisa segera sembuh. Demikian semoga KENA ini bs menjaga fitrah kita sbg manusia.Maka sabda nabi :"Bila tdk ada rasa malu berbuatlah sesukamu"

Wallahu ‘alaam.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuhu

sumber"KENA"

Kamis, 02 Juni 2011

Bersemangatlah dan Tetaplah Berjuang...

Terhentak dan tersayat hati ini ketika membaca sms singkat dr orang yg luar biasa. Setidaknya bagi sy. Tidak semua orang mampu "segera" kembali bangkit dari proses pembelajaran yang kata orang bernama "kegagalan". Tidak jarang dan bahkan sering sekali proses ini menimbulkan trauma, keraguan untuk kembali menjalankan ikhtiar, bahkan perasaan takut untuk memulai perjuangan. Bayang2 kata "Gagal" seakan2 menyebabkan ketakutan berlebihan bahkan mungkin mengakhirkan sebuah kalimat "kalah sebelum berperang".

Kembali ke pesan singkat yg mengingatkan sy bahwa jangan pernah berikan peluang pd "putus asa" untuk bersinggah sejenak dihati kita. Jangan pernah! "Mushaib bin Umair menjemput syahidnya setelah 70 luka dalam tubuhnya, andaikan pd luka ke 69 dia menyerah dan menghentikan perjuanganx karna perihnya luka yg diderita,akankah cita2 itu akan menjadi nyata, maka gapailah cita2mu, apapun yg terjadi, meskipun kegagalan demi kegagalan akan datang menghampiri, tetaplah berjuang, niatkan semua karena Allah SWT". Pesan itu masuk menusuk hati, mengisi kekuatan untu bertempur kembali. Mengingatkan sebuah proses, bahwa memang tidak ada pilihan lain kecuali terus berjuang dan mewujudkan impian dan cita2.

Kemudian tiba2 teringat sebuah perjuangan Rasulullah yg luar biasa, ketika bny sekali halang rintang silih berganti, bahkan berkali-kali melewati peperangan yg luar biasa, hinaan dan cercaan sudah brg tentu ada, jgn ditanya musuh2 perjuangannya.

Mengutip dr buku dalam dekapan ukhuwah. "andai muhammad berpikir bahwa banyak kesulitan berarti tak diridhai Allah,bukankah ia akan berhenti diawal2 risalah?"...tapi muhammad tahu, kawan. Ridho Allah tak terletak pada sulit atau mudahnya. Berat atau ringannya, bahagia atau deritanya,senyum atau lukanya, tawa atau tangisnya". "ridho Allah terletak pada apakah qt mentaatiNya,dlm menghadapi semua itu,apakah qt berjalan dg menjaga perintah dan larangNya dalam semua keadaan dan ikhtiar yg kita lakukan". "maka selama di situ engkau berjalan, bersemangatlah kawan" (DDU,343-344)...

Jangan hentikan langkah semasa perjuangan ini. Tetap berjuang menggapai cita2 tertinggi. Biarlah kegagalan menjadi pembelajaran dan pendewasaan. Dan bukankah qt harus menjadi PEMENANG dlm tiap peperangan? Karena surga hanya untuk PEMENANG bukan PECUNDANG. Kembali luruskan niat diri, rapikan yg berserakan, susun strategi unt melalui prosesnya, ikhtiarkan maksimal, libatkan Allah dlm stiap urusan qt. Dan bertawakallah.Allahuma'ana!!!