Sabtu, 31 Agustus 2013

GRATISAN apa BAYAR???

Akhir-akhir ini sering banget baca statusnya temen-temen yang lagi suibbukkk poll sama yang namanya skripsi, karya tulis ilmiah, dan seputar tentang tugas akhir kuliahnya. mulai dari yang santai sampai yang ngerasa lelah meskipun sudah hampir di ujung perjuangan.

ini hanya satu diantara berbagai cerita. Panggilah dia fulanah, muslimah yang kebetulan yang sudah pernah kenal sebelumnya, hanya saja sekarang sudah jarang berjumpa. kebetulan fulanan sedang sibuk mengerjakan skripsinya. singkat cerita, dada masalah dengan skripsinya, ya... masalahnya pada instrumen yang digunakan. entahlah detailnya seperti apa, karena instrumennya inilah yang menyebabkan pembimbingnya belum menyetujui untuk segera sidang, sedangkan yudisium sudah melambai-lambai di depan mata.

Bagi mereka yg dikejar dengan skripsi akan memunculkan pertanyaan pada diri sendiri "Nutut Nggak?". iya, cukup tidak waktunya untuk mengejar kelulusan dengan waktu yang telah ditentukan. berhari-hari dengan keyakinan, dan meskipun masih ada rasa kemustahilan, si fulanah berangkat ke kampus dengan harapan besar "ACC". saya pikir siapa yang tdk mengharapkan segera disetujui untuk segera menyelesaikan sidang ini. berbekal doa yang terus dipanjatkan, harapan kelulusan didepan mata yang tidak pernah padam, semangat yang masih berkobar meskipun terkadang akan padam karena ikhtiar tak kunjung membuahkan hasil yang diimpikan.

"Ngemper" mengutip bahasa kawan-kawan di kampus dulu, begitulah kiranya, menunggu dosen yang tak kunjung menerimanya dari pagi sampai sore hari menjelang maghrib tiba terkadang dengan rasa lapar yang tak terkira. esoknya lagi pun tetap dicoba, mencari sang pembimbing yang dicinta, terkadang revisipun bejibun jumlahnya, tak jarang malaspun menghinggapinya. Tapii... tidak, dia tak pernah mau menyisakan malas, apalagi tak mau menyapa skripsinya. Ada janji pada orang tuanya yang harus tertunaikan, begitu pula janjinya pada Allah yang telah memilihkan jurusan ini kepadanya hingga dia bisa berdiri hampir dipenghujungnya.

Dan kini hampir selangkah lagi, setelah penelitian dilakukan, instumennya bermasalah. kenapa tidak kemarin saat mengajukan proposal saja, ah entahlah saya tdk begitu tahu apa sebabnya. dalam sujud2 panjangnya, doa yg tak pernah luput dari lafadznya, tetap saja maju, melaju... mencari titik terang yang seolah hampir mustahil karena yudisium tinggal beberapa hari lagi. dan hingga suatu hari setelah penantian panjangnya, sang pembimbing yang dicintapun mengeluarkan kata sakti itu, menyetujui untuk sidang keesokan harinya. ah entahlah, inilah sekenario Allah yang luar biasa. sungguhlah benar bila Allah mengulangnya dalam Al Quran
"Inna ma'al 'usry yusro" (Al Insyiroh: 6).
BERSAMA KESULITAN ADA KEMUDAHAN.
Setelah melalui proses yang panjang, ikhtiar yang tiada henti, doa yg terus dipanjatkan, dengan ketawakalan yang luar biasa. akhirnya si fulanah pun kini telah bergelar sarjana, lulus tepat waktu tanpa harus menambah episode panjang di kampusnya. sungguh tidak ada sebuah kesuksesan yang gratisan. selalu ada yang harus dibayar, dengan ikhtiar tanpa putus asa, terus melaju dengan keyakinan, meskipun sampai lelah tubuh mengejar, meskipun air mata sampai kering, berlama2 memohon doa padaNya. meskipun bukan bentuk materi/uang, walaupun banyak pula yang harus mengeluarkan dana untuk mencapainya (yang jelas bukan dg jalan yg salah.

Tidak ada peperangan yang berakhir dengan kemenangan dengan menunggu datang dari langit bak kejatuhan durian. Al Fatih tak hanya menunggu untuk membebaskan Konstantinopelnya, Shalahudin Al Ayubi tak hanya duduk-duduk santai membebaskan Palestina. Jika semua orang tidak membayar harga untuk meraih kemenangan, mereka akan membayarnya dengan kekalahan.

Dan kalian yang mengaku pemuda masa depan bangsa, kesuksesanmu tak akan datang tiba-tiba jika hidupmu hanya bersantai-santai ria. bergegaslah, meskipun sulit melaluinya, meskipun harus berjalan dalam terjalnya bebatuan, diiringi jurang-jurang curam, seakan kemudahan atau keberhasilan adalah suatu kemustahilan. tetaplah berjalan, tetaplah tatap masa depan. jangan hentikan ikhtiar, apalagi doa senjata kaum beriman. karena sungguh tiap-tiap keberhasilan itu tak pernah mudah, karena sungguh
tiap-tiap KEMENANGAN itu ada HARGA yang HARUS DIBAYAR.

*) sekaligus teguran untuk diri sendiri

Blitar, Penghujung Agustus 2013
Pejuang Syahidah

Imajinasi dan Kreativitas

Alkisah lagi diem-diem nyantai di rumah sore-sore tanpa sengaja dengerin anak-anak kecil yang lagi main habis pulang ngaji di masjid dekat rumah di gang sebelah. kebanyakan masih usia-usia pra sekolah

A: Ayo kita main di rumah situ (sambil nunjuk rumah yg punya halaman luas, yang ditinggal pemiliknya agak lama)
B: Ayo mas, tapi di situ apa ada orangnya? kosong ta mas?
A: iya kosong tapi gak papa kok, ayo main di situ, gak papa seru kok
B: sepi mas, serem. takut aku mas, katanya itu ada penunggunya kalo kosong
A: ndak kok, ndak serem, disitu banyak binatangnya lho
B: lho iya ta mas? ada apa aja mas di sana?
A: ada singanya, ada jerapah juga, aku udah pernah masuk ke sana kok, ayo ke sana (wajah seriusssss)
B: ada jerapahnya? ada lumba-lumbanya juga mas?
A: ada, ada buanyak kok binatang di sana
B: ayo deh...

senyum-senyum sendiri mendengar percakapan mereka. sejak kapan ya, rumah isinya singa, jerapah, lumba-lumba beserta bala tentaranya. aduuuh-aduuuhhh... eh tapi jangan salah dari peristiwa sederhana itu ternyata banyak ilmunya lho, meskipun aneh kelihatannya ternyata imajinasi itu menyimpan harta karun yang berharga. mau tauuuuuuu??????? mari ke TKP :P

Ternyata pemirsa, imajinasi itu berhubungan dengan daya kreativitas anak lho. Ada banyak sekali perilaku anak yang dianggap “aneh” oleh orang dewasa, yang sebenarnya wajar karena perbedaan pola perilaku antara orang dewasa dengan anak. Kalau orang dewasa cenderung berperilaku berdasarkan apa yg diketahuinya, sedangkan ana-anak berperilaku lebih berdasarkan imajinasinya.

Terus apa hubungannya sama kreativitas? Eng Ing Eng....
Ternyataaa saudara-saudari... Anak kreatif memiliki daya khayal atau imajinasi, yang ia aplikasikan dalam kegiatannya sehari-hari. Ia menyukai imajinasi dan sering bermain peran imajinasi. seperti cerita singkat di atas, membayangkan di dalam rumah kosong itu berisi beraneka macam binatang :D
atau mungkin cerita lain ada yg pernah ke bulan, ngomong sendiri, ketemu monster dan sebagainya. ini merupakan kelumrahan dari usianya. pada usia anak-anak yang belum banyak mengenal kosa kata akan memvisualisasikan apa yang ia lihat dan pikirkan dalam bentuk gambar dalam pikiran mereka. inilah yang disebut dengan imajinasi visual, imajinasi yang berbentuk gambar-gambar dalam mata pikiran manusia dan diproses oleh otak kanan.




“Anak-anak adalah makhluk yang terbiasa berpikir dengan menggunakan imaji. Mereka melakukan hal tersebut jauh sebelum mereka memiliki kemampuan bahasa” (I.Robertson,2009:20). 
Bersamaan dengan bertambahnya usia maka perkembangan imajinasinya pun berubah. pada orang dewasa imajinasinya berupa verbal, imajinasi yang terbentuk oleh kata-kata dalam pikiran manusia dan diproses di dalam otak kiri.. Orang dewasa yang telah mengetahui banyak kosa kata cenderung lebih menggunakan kata-kata dalam berimajinasi, sehingga banyak orang dewasa yang justru mengalami ketumpulan dalam berimajinasi dengan gambar. Namun tak sedikit pula yang imajinasi visualnya tetap tajam dan berkembang baik. Remaja misalnya imajinasinya berupa fiksi ilmiah, mereka sudah cukup mampu mengembangkan imajinasinya dalam bentuk-bentuk keilmuan, seperti menulis cerpen atau naskah drama, menciptakan lirik lagu, bermusik dengan genre tertentu, dan lain-lain.

Berawal dari daya imajinasi inilah kelak nantinya membantu si kecil untuk semakin kreatif menyelesaikan masalah, berkhayal untuk menghasilkan sesuatu yang berdaya guna tinggi. dari imajinasi inilah akan memunculkan ide-ide kreatif yang mungkin selama ini hanya terpendam dalam tanpa ada upaya lebih lanjut untuk menggalinya.

“Untuk mengajukan berbagai pertanyaan baru, kemungkinan baru, untuk menilai masalah lama dari sudut pandang baru, dibutuhkan daya khayal kreatif. Daya khayal kreatif menjadikan ilmu pengetahuan maju pesat.” (Albert Einstein)

Jadi bersyukurlah mereka bila si kecil sudah menunjukkan daya imajinasinya yang lucu, karena kelak dia akan menjadi cendekiawan yang luar biasa. dan buat anda yang sudah dewasa pun, bersyukurlah bila memiliki daya imajinasi, karena dengan begitu anda akan memunculkan ide2 seru yang beribu2 manfaat dalam kehidupan anda, dan kita semua.