Kamis, 24 Mei 2012

Ajari Aku tentang Ukhuwah

Aku awwam apa itu islam
Tak seperti kalian penghafal Al Qur'an
Tak seperti kalian penghafal hadist ribuan
Buku-buku tebal habis dilibas seharian
Tak ada hari tersisa tanpa kajian


Aku bukan pula yang paham apa itu ukhuwah 
Yang kata kalian ukhuwah itu jalinan cinta
Kasih sayang karna iman
Menyejukkan, menenangkan 
Lebih dekat melebihi ikatan kekeluargaan


TAPI, aku bingung
kenapa kalian yang hendak menjadi teladan
Habis waktu berdebat tak tentu
Saling mencari pembenaran
ataukah memang ini pekerjaan harian


Tak jarang saling menyalahkan 
Tutup telinga tak lagi dengar saran
Kritikan pun tak mempan
kata-kata santun tak lagi terdengar
Semua sibuk menyalahkan


Kupikir syetan bersorak kegirangan
"Tak usah digodapun, mereka saling menghantam"
Sedang musuh-musuh Islam
datang tak ada yang menghadang
Ditusuk dari belakangpun tak ada yang mampu menghindar
Lengah sibuk dengan perdebatan


Kemanakah kelemahlembutan?
Seperti yang diajarkan Nabi
Yang dengan sabar menyuapi Yahudi buta
Kemanakah lembutnya hati
Yang membuat muhajirin dipersaudaran dengan Anshor


Kutemukan Kalam CintaNya"
" dan Yang mempersatukan hati mereka (orang-orang beriman) walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Allah Maha Gagah lagi Bijaksana" (Al Anfal: 63)


Kawan, ajari aku makna ukhuwah
yang membuatku iri tak tertahankan
Saat wajah saling bertatap, teduh menentramkan
Menyapa dengan salam, senyum ketulusan


Kudapati cerita cinta, yang Abu Daud meriwayatkannya:
"Ya Rasulullah, aku mencintai dia"
"Apakah engkau telah memberitahukan kepadanya? Tanya Nabi
" Belum"
"Nah... beritahukan kepadanya"
Sahabat itupun segera berkata pada saudaranya
" Sesungguhnya aku mencintaimu karena Allah"
dengan serta merta saudara itu menjawab
" Semoga Allah mencintaimu karena Engkau mencintaiku karenaNya"


Sungguh ajari aku apa itu ukhuwah
Yang membuat iri para nabi dan syuhada
Meski tanpa ada ikatan keluarga
Berkumpul dalam naungan cintaNya
tanpa motivasi materi ataupun dunia
yang wajahnya bercahya dan berada di atas cahaya


Dan jangan ajari aku apa itu keegoisan
kata-kat penyiksaan pembuat luka
Jangan ajari aku apa itu ejekan
Kata-kata penyayat luka perlahan
Jangan ajari aku apa itu dendam
Kata-kata permusuhan


Kawan... Ajak aku ke gerbang hidayah
Perlahan bertemu sabar, syukur dan istiqomah
Ajak aku bertemu dengan Iman
Ajak aku bersamamu untuk berjuang 
bersatu padu bersama cinta dan kasih sayang
Bergegas menjemput kemenangan 




_Syahidah

Minggu, 20 Mei 2012

Kekeringan Hati....

Masih terdiam dalam sejuta cara, berusaha mengartikan makna dari kata cinta. Resahnya hati saat terasa hening, tak berasa apa-apa. Hambar, tanpa makna. Tak ada suara-suara riang, atau tawa bahagia. atau bahkan tak mampu mengartikan ini kesedihan ataukah bukan. Pilu? kurasa tidak. hanya terasa kering, tak lagi segar dan menghijau. Tersudut dalam langkah kebimbangan, tanpa arah dan tujuan. Kemana hendak kaki dan pikiran mau? Hilang, tak tahu apa maksud hati.

Tandus, kering. penuh dengan butiran-butiran debu. Buram, tak jelas untuk memandang dan merasakan. sepi, meski ramai hiruk pikuk kehidupan ini.

Tersadar sejenak, rupanya terlalu diri ini bersikap. Terlalu asyik menikmati hidup, lupa akhir arah tujuan. Sendau gurau tak bermakna. Cakap pun sia-sia. Diam hanya melamun tentang dunia. Luangpun hinggap lupa diri. dan sedihpun makin menjadi. Kering, lama Ayat-ayat Cinta tak terbaca. Tak lagi banyak ingat akan akhir hayat, istirahat kekal selamanya. Rumit, sibuk dengan tugas tak pernah habis. harap hanya pada makhluk terbatas. Munajat hanya lepas kewajiban saja. Sunnah hilang terlupakan. Kikir, beralasan hemat. Malas makin berkembang.

Niat bengkok tak jelas kemana tujuan semula. hari-hari sibuk tak ada hasil bermakna. Lelah tak ada guna. Oh... Rupanya. Makin jauh rasanya, makin kering terasa. Tak ada jalan lain selain kembali. kembali perbaiki diri. Berbenah, dan istiqomah. Luruskan yang bengkok, cakap yang bermakna, kerja manfaat. kembali ke jalan kebenaran.