Senin, 21 Maret 2011

Selintas Kisah, dan Renungan (semoga selalu bisa mengambil hikmah)

Hari yang aneh... geje, seaneh dan segeje diri guwe.. (sok gaul ceritanya)... saatnya menulis geje, tapi nggak boleh asal geje. harus and mesti ada ibrah yang wajib di ambil... hehehe (ngawur ah).

Berawal dari bangun tidur yang nggak tentu arah, lagi bingung gitu bro, mana depan, mana belakang, kiri kanan. pokoknya nggak tentu arah aja. bawaannya malas aja, nggak sumangat blas, gak tau knapa, perasaan kemarin-kemarin juga fine2 aja gitoe, eh bangun-bangun kok nggak dapat chemistrynya. wah ada yang nggak bener nih. Sholat nggak nikmat, tilawah kok kayak gini.. huft, bener-bener salah ni hati. woii, kenapa lu buk? haishhh... maksiat-maksiat, cuma membawa hati jadi sengsara aja, nggak pernah membawa nikmat. Astaghfirullah... Ampuni hamba Ya Rabb, Futur??? naudzubillah.

Oke cerita berlanjut, nggak semangat blas buat berangkat nuntut ilmu, Ish..ish..ish, tumben, biasanya juga berkobar tinggi panaskan bumi, wah..wah, serius kayaknya. Sebelum berangkat, Oke kita sholat dhuha dululah... siip dah, hati semakin mantap, meski tak sesemangat biasanya. yuk mari kita capcus, nuntut ilmu dulu. "semoga berkah".

Seperti biasa, berangkat bareng si Supri, motor yang udah lama beud nih nemenin guwe (nggak pantes banget ngomong kayak gini.. au ah gelap). lanjut... lagi enak-enak motoran, kecepatan biasa-biasa aja sih, cuma pakek jalur cepat...tapi nggak cepat-cepat amat kok..hehe. wussh... eh, pas lagi asyik nanyi nasyidnya Izzis yang Senandung Dakwah, yang itu lho guys..ehem..test... ambil suara.. (halah..ngomong apapula aku ni).. nggak jadi ah.. malah susah kalo ada yang denger guwe nyanyi minta tanda tangan, belum siap jadi artis (Sok Ok..hehehe)

Tiba-tiba ada yang aneh, mulai ngleyang nih nyopirnya (maaf bahasanya nggak sesuai dengan EYD)... Ealah, ban depan bocor lagi..huft," Allahu Akbar, "nuntun" motor nyari tukang tambal ban?". eh, tak disangka, cuma 10 meter udah kelihatan ada tukang tambal ban... pikir dalam hati "Subhannallah, belum juga mulai jalan, udah ditunjukkan jalan yang benar ^^, alhamdulillah"

Setengah jam kemudian, udah janjian sama temen buat dijemput. Wuiih... lammmmaaa euy, panas pula. kali ini guwe yg salah, salah sendiri nggak mau nunggu di dalam buat ngadem bentar, malah milih manasin diri. okelah... sekalian berjemur...hehe (jemuran kali ya pake di jemur).

Oke kita langsung nih, berangkat menuju ke sasaran, tempat tujuan menyelesaikan amanah orang tua. "Dik, kita sholat dulu ya, udah waktu jam sholat nih, kita sholat di mushola kampus aja ya" Ujarku pada temenku yang notabenernya ya Adikku sendiri.. (mulek ah). "Ok Mbak, qt langsung ke mushola aja,". Akhirnya kita sholat berjamaah di mushola. Pas nyampek sana, ketemu dua kawan, yang satu lagi sibuk nguthek-nguthek laptop, dan yang satu lagi tidur, puless banget kayaknya. pikirku. Ya, buat manusia-manusia malam yang hendak berjuang, Semangat kawan... Semoga langkah ini senantiasa diluruskan dan diberi kemudahan.. Amiin.

Usai sholat, baru menuju ke sasaran masing-masing. Cek hape dulu ah, maklum biasanya banyak yang nyariin..hehe. sepertiya merasa ada yang janggal. apa ya, hape ada kok, laptop aman di tas, kunci motor ada di saku, dompet utuh, apa ya..hmm, mungkin hanya perasaan aja.

"Mbak, aku ke sana dulu ya, ntar kita smsan aja kalo mau pulang..OK". sambil membalas dengan senyum manis dan menganggung sekedar memberikan isyarat mengiyakan si Adik. Akupun berjalan menuju gazebo, sambil ngerjain apa yang bisa dikerjakan. sesekali ada yang mengajakku berbincang untuk berdiskusi. atau sesekali ngusilin orang-orang yang ada di situ (Kali ini afwaaan banget ya rek buat korban yang pernah yang saya usilin,bagi yang belum bersiap-siaplah..^^)

Beberapa waktu kemudian, ada yang ngajakin ke mushola, ayo ajalah saya. pas di jalan ketemu si adik sambil lari-lari. hmm.. ngapain juga lari-lari ni anak. "Mbak, hapenya mbak dimana? ku telp kok nggak diangkat?"
" hah? telp, nggak ada telp masuk itu dik." jawabku
"bukan yang As, yang M3, hayo lho.. tahu nggak? Hapenya mbak itu tu ketinggalan di mushola tadi, jatuh kayaknya, tapi tenang, aman kok, yang nemuin orang baik, tu lagi belajar di sana, coba aja yang nemuin orang yang nggak bener"
" astaghfirullah, kok bisa dik? kok jadi nggak fokus kayak gini.. makasih ya dik.". Teguran, pikirku dalam-dalam, mungkin syukurku masih sangat sedikit, sehingga Allah mengingatkanku dengan nikmat-nikmat yang Allah berikan padaku.Mungkin sedekahku belum berujung keikhlasan. Astghfirullah, semoga jauh dari kata "Kufur Nikmat"

Usai semua urusan, bermaksud pulang ngater adik dulu, pas di tengah jalan tiba-tiba inget," Dik, ayo anterin beli ransel, tasnya mbak udah parah nih, rusak."
"Yuph.. ayo aja." tanpa pikir panjang langsung balik arah beli tas ransel. sudah di tentukan, toko mana yang bakal jadi serbuan sasaran. pas di tengah perjalanan, baru nyadar... apa yang terjadi. "SALAH JALAN"...
"Masya Allah.. apa yang terjadi denganku ini, pikiran nggak fokus, wah-wah, nggak beres!"

Barang yang dicari sudah terbeli, siap untuk pulang, istirahat. rupanya mendung lagi pingin mendominasi, hujan pun rintik-rintik membasahi bumi. hmm... masih gerimis, memutuskan untuk lanjutkan perjalanan. eh lama-kelamaan makin deras juga. berniat untuk berteduh sementara, eh malah di jalan subhanallah luar biasa. "BANJIR" ternyata... otomatis semua basah.

Dari awal yang salah, proses yang bermasalah. namun jangan sampai tak mampu mengambil hikmah. Secarik kisah ketidaktentuan arah tujuan kehidupan. seakan ada tujuan yang diselesaikan, namun niat yang belum lurus, menghambat proses, hingga bermasalah. Mungkin sering kita hidup tak pernah terprogram, tujuan ternyata untuk keduniawian. dan terlalu banyak yang terlewatkan tanpa kita mengambil hikmah. Mungkin kita hanya sebatas menyelesaikan kewajiban tanpa tahu makna arti sebuah "kewajiban". Mungkin kita terlalu meremehkan niat dalam setiap tindakan. Semoga kita selalu belajar akan sebuah kejadian, mengambil hikmah, dan memperbaiki diri dan keadaan. Semoga semakin menguatkan tiap ujian-ujian kehidupan. Agar tetap tegar dalam setiap fase kehidupan.

Selintas renungan
Cobalah mengistirahatkan tubuh yang lelah. merenung kisah harimu.ingatlah dari awal sejak bangun dan sebelum kembali merebahkan kembali, memberikan hak atas jasadmu. Adakah yang salah dengan niat kita, ingatkah kawan sebuah hadist:
“ Barang siapa yang bangun tidur di suatu pagi hari dan ia hanya memikirkan masalah dunianya, maka orang tersebut tidak berguna apa-apa disisi Allah: dan barang siapa yang tidak memperhatikan urusan kaum muslimin, maka ia tidaklah termasuk golongan mereka (kaum muslimin).
(HR. Thabrani dari Abu Dzar Al Ghifari )
Ya Allah, benarkah dunia yang kami pikirkan, benarkah dunia yang menjadi tujuan, sehingga hidup tak tentu arah. benarkah hidup kami hanya berputar pada kehidupan kami pribadi. tak pernah kami sensitif terhadap saudara kami sendiri. benarkah kesibukan selama ini hanya sebatas kesibukan tanpa arti. Ya Rabb, benarkah ini hanya sebuah kesia-siaan. Ampuni jiwa yang lemah ini... Tuntunlah kami dalam koridor syar'i.
Barang Siapa yang tidak menyibukkan dirinya dengan kebaikan niscaya akan disibukkan dalam keburukan’

Ya Rabbi, Sungguh hinanya diri ini
Apa yang patut ku banggakan, sedang diriku saja menipu diriku sendiri
Niatkupun belum lurus sempurna
Ku biarkan begitu saja hatiku menerawang ke luar
sedang tujuannya bukan sebuah kebenaran.

Rabbi... Begitu indah teguranmu
halus dan lemah lembut
Inikah bentuk cintaMu pada hambaMU, 
Yang menegurku, agar tetap ku berjalan dalam lintasan kebenaran
agar tetap ikhlas dan sabar meniti perjalanan
agar syukur tak pernah terlupakan
agar ingatku dalam hati untuk mengingatMu.. Selalu

Diantara milyaran manusia di muka bumi,
inilah kami Ya Allah,puluhan ribu hamba2Mu yg dhoif
berlumuran dosa merangkak menujuMu,
dg hati yg serasa hancur mengharap curahan rahmat,
ampunan dan perlindunganMu.
Selamatkanlah hidup kami di dunia yg sementara ini.
Lindungilah kami pada hari tiada perlindungan melainkan perlindunganMu,
hingga kami sampai ke negeri abadi,dalam kaisih sayang,maghfiroh dan keridhoaanMu

Malang
21 Maret 2011

Senin, 14 Maret 2011

Ini Perjuangan Kita Kawan!

Ini tentang perjuangan kita, tentang sebuah pengorbanan kita menuju akhir yang membahagiakan. akhir yang khusnul khotimah... Insya Allah.
Saya yakin teman-temanpun memiliki jutaan pengalaman, untuk sekedar mengambil hikmah, memaknai sebuah kata "perjuangan", ribuan hasil sebuah "keyakinan", apakah berakhir sesuai dengan harapan, akhira dengan kata "Kesuksesan" atau mungkin masih dalam batas kata untuk "BELAJAR".Ya, saya lebih suka menggunakan kata "Belajar" ketimbang menggunakan kata "GAGAL", kesannya lebih membangkitkan ruh untuk kembali berjuang, daripada kata "gagal" yang cenderung negatif.

adakalanya kita berada dalam fase dimana kita harus belajar, belajar lebih banyak lagi, agar kita semakin kuat, sehingga tak jarang kita dipertemukan dengan jalan yang tak semulus jalan tol, yang bebas hambatan. namun kita dihadapkan pada sebuah jalan yang banyak sekali kerikil-kerikil tajam, dihadapkan pada jurang-jurang yang curam, angin dan badai juga tak jarang menghadang.

ketika sebuah impian yang sudah tersusun rapi dalam peta hidup masa depan, kemudian kita melakukan aksi untuk meraihnya. kita berharap akan hasil yang kita cita-citakan akan segera teraih.bahkan kita sudah sangat optimis untuk mendapatkannya. sedangkan ternyata, Allah berkehendak lain. apa yang sudah kita rencanakan tak sesuai dengan harapan. jauh dari harapan. tak jaran kita jadi terpuruk atau bahkan menjadi jatuh sejatuh-jatuhnya. kecewa, dan bahkan trauma untuk kembali bangkit, trauma untuk kembali bekerja, trauma untuk kembali berkarya, mewujudkan mimpi-mimpi besarnya.

bukankah sudah sering kita mengalami jatuh bangun dalam sebuah perjuangan. adakalanya perjuangan itu mulus tanpa hambatan, tapi tak jarang pula perjuangan itu butuh pengorbanan yang menguras energi, dan juga air mata. bukankah tiap-tipa ujian yang Allah berikan kepada hambaNya adalah bagian tarbiyah dariNya. Agar kita semakin kuat mengarungi samudera kehidupan, agar kita senantiasa ingat hakikatnya hidup hanya untuk Allah ta'ala, agar kita selalu ingat bahwa Allah amatlah cinta pada hambaNya agar kita selalu berdoa dan belajar menuju akhir yang membahagiakan. Indahnya, bila kita bisa mengambil hikmah bila kita mau belajar.

Lantas apa alasan kita untuk bersikap rapuh, lemah, apalagi hilang semangat untuk terus berkarya, hanya karna satu kegagalan. apa alasan kita untuk jatuh kelembah keputusasaan sedangkan begitu nyata dalam firmanNy " Karena sesungguhnya bersama setiap kesulitan ada kemudahan, Sesungguhnya bersama setiap kesulitan ada kemudaha" (Al insyirah 5-6). Masihkah kita ragu akan janji Allah. Masihkah kita lemah dengan situasi yang menuntut kita untuk kembali belajar.
Mungkin, syukur kita terlalu sedikit, mungkin niat kita belumlah lurus, mungkin jalan yang kita tempuh belumlah sesuai yang Dia inginkan. Sehingga Dia menyelamatkan kita, menegur kita, agar selalu mengingatNya, agar kita berjalan dalam lintasan yang sesuai dengan syariatNya. Agar kita selalu bersyukur padaNya. Agar kita selalu ingat, akhir tujuan kita, bukan karna ayah dan ibu kita, bukan pula karna saudara-saudara kita, guru kita. hanyalah Allah tujuan akhir kita.

Bangkitlah kawan, bergegaslah, jangan biarkan dirimu terlalu disibukkan dengan kegagalan-kegagalan yang menghambat kesuksesan. Bangkitlah. Jangan biarkan waktumu terbuang tanpa mencetak sejarah. jangan biarkan musuh-musuhmu menang. Bangkitlah. Karna sesungguhnya surga hanya diperuntukkan untuk para PEMENANG, bukan PECUNDANG. Ingatlah, Allahlah yang memiliki segala sesuatu. Tidak Ada yang tidak mungkin bagi Allah... HARAPAN ITU MASIH ADA!

Terkadang kita harus melalui proses panjang yg cukup melelahkan,
menguras tenaga, menguji kesabaran dan keikhlasan
untuk mencapai akhir yang menyenangkan...
Jadi, tetaplah bersemangat untuk menuju akhir yg indah
(SC)


Basecamp
14Maret2011