Ketika malam telah sunyi, semakin hening, hanya ada suara keramaian jangkrik di luar sana. Tak lagi kudengar suara moor-motor yang berisik. Terdiam sejenak kumemandang ke arah meja, ya satu buku berwarna hijau bergambar bunga-bunga. Senyumku memandanginya. Kudekati dan kuambil. Ya, inilah catatanku, catatanku di universitas Tarbiyah. Sebuah Universitas yang menghantarkanku untuk mencicipi sebuah perjalanan panjang, yang sering didengung-dengungkan orang, tak mudah dilalui, banyak bebatuan, sisi-sisinya tebing dan jurang curam, tak banyak orang yang mau melewatinya, bahkan hanya segelintir orang, orang-orang bilang “jangan heran bila fitnahan, cacian dan cercaan menjadi bunganya”. Benar, inilah Universitas Tarbiyah.
Mungkin aku terlalu ammah untuk menyebut universitas tarbiyah, tapi disinilah aku bertemu dengannya. Saudara yang mengingatkanku akan esensi sebuah kata “DAKWAH”, saudara yang bukan sekedar saudara. Karna, ketika kumelihatnya terlintas dalam hatiku, mengingat sesuatu, “apakah Allah mencintaiku seperti Allah mencintainya, terlihat wajahnya jernih, lembut, sabar, penuh keikhlasan,” sejujurnya aku ingin berkata padamu “aku iri padamu ukhti.”
Seiring dengan berjalannya waktu, semakin jauh kaki melangkah di universitas ini, amanah jelas kian bertambah. Semakin besar sesuai dengan tahapannya. Kulihat lagi sosoknya, saat amanah besar diberikan padanya, tetesan air matanya, tulus, terlihat kau takut akan amanahmu ukhti, takut bila suatu saat nanti ketika Rabbmu Rabb kita meminta pertanggung jawaban atas segala amanah pada pundak ini. Andai itu aku, tak pasti akan kuteteskan air mataku ukhti, tapi engkau beda. “ Aku iri padamu ukhti.”
Tak pernah sekalipun kau marah padaku. Hanya senyum dan kesabaran yang kau sampaikan lewat tutur lembutmu itu, lewat wajah teduhmu, lewat kejernihan matamu. Sungguh “ Aku iri padamu ukhti.”
Namun... apa yang terjadi padamu ukhti, rasanya aku rindu, rindu dengan kehadiranmu, rindu akan tutur lembutmu, rindu akan tetesan air matamu, rindu akan keteduhanmu. Kenapa hati ini merasakan kau amat jauh, jauh dariku. Dimana ukhtiku yang dulu, yang berjuang bersama demi tegaknya dien ini. Kemana perginya ukhtifillah yang berjalan bersamaku. Kemanakah ukhtiku yang tak pernah ku berkenalan langsung padamu, tapi ikatan hati itu terasa nyata dalam hatiku.
Ingatkah ukhti, saat kutitipkan salam padamu lewat seorang adindaku, padahal aku tak pernah bertemu denganmu. Tapi yang terjadi saat itu aku ingin memelukmu, dan berkata “ Engkaulah saudara seperjuanganku.”
Ukhti... yang kutahu, ada atau tidaknya kita di sini. Dakwah akan tetap berjalan, dan harus tetap berjalan. Dakwah ini bukan karena saya ikut-ikutan agar dianggap berilmu, dakwah ini bukan karna murobbi kita, bukan karena sekedar ta’limat, bukan karna Akh ini atau Ukh itu. Tapi Dakwah ini hanya untuk Allah semata. Ukhti maaf bila aku sok tau, padahal usia tarbiyahku masih jauh di bawahmu. Tapi ukhti, aku hanya ingin mengingatkanmu. Karna sejujurnya “Aku iri padamu”.
Ukhti, aku sungguh rindu padamu. Rindu keceiriaanmu. Rindu kekanak-kanakanmu. Rinidu pertanyaan-pertanyaan anehmu yang membuatku tersenyum takut tak mampu menjawab, padahal itu fokus bidangku. Ane rindu ukhti, sangat rindu. Rindu untuk bersalaman. Rindu untuk sekedar duduk bersama. Rindu untuk saling bertegur sapa. Rindu senyum itu.
Kurendahkan diri ini ukhti, untuk mengucap kata “ AFWAN” padamu, bilapun aku pernah mendzolomimu, bilapun mungkin aku pernah merebut sesuatu darimu, bilapun sikapku melukai hatimu. Ukhti............. aku ingin katakan padamu
AKU SUNGGUH RINDU PADAMU, INGINKU MEMELUKMU SEKARANG ANDAI KAU DIDEPANKU
KARNA AKU TAK SEKEDAR MENCINTAIMU, TAPI AKU MENCINTAIMU KARNA ROOBKU....
Ta'aruf Yuuk :)
- Pejuang Syahidah
- Kita tidak tahu bagaimana Akhir hidup kita maka Tetaplah Berkarya Hingga Kaki Menapak Surga dan ISTIQOMAHLAH!!!
Total Tayangan Halaman
Feedjit
Minggu, 30 Januari 2011
Ya Allah Aku Jatuh Cinta
Published :
21.57
Author :
Pejuang Syahidah
Ya Allah, aku jatuh cinta
Pada sebuah jalan yang mengajarkanku akan banyak hal
Pada sebuah perjuangan yang menuntut keseriusan, kesabaran, dan keikhlasan
Ya Allah, aku jatuh cinta
Pada sebuah jalinan yang merenda ukhuwah yang begitu indah.
Meski ku tahu, jalan ini tak mudah
Meski aral rintang selalu menghadang
Meski cacian dan cercaanpun tak segan-segan menyambar
Meski bukan jalan yang bertabur bunga
Meski hanya sedikit orang yang membersamainya
Namun kuyakin JanjiMu itu Sungguh Pasti dan Nyata
Walaupun pecahan kaca tersebar mengganjal perjuangan ini
Yakin pertolongan itu pasti...
Pada sebuah jalan yang mengajarkanku akan banyak hal
Pada sebuah perjuangan yang menuntut keseriusan, kesabaran, dan keikhlasan
Ya Allah, aku jatuh cinta
Pada sebuah jalinan yang merenda ukhuwah yang begitu indah.
Meski ku tahu, jalan ini tak mudah
Meski aral rintang selalu menghadang
Meski cacian dan cercaanpun tak segan-segan menyambar
Meski bukan jalan yang bertabur bunga
Meski hanya sedikit orang yang membersamainya
Namun kuyakin JanjiMu itu Sungguh Pasti dan Nyata
Walaupun pecahan kaca tersebar mengganjal perjuangan ini
Yakin pertolongan itu pasti...
Allah works in mysterious way
Published :
21.56
Author :
Pejuang Syahidah
Semakin kita dewasa, semakin banyak orang yang kita temui.
Tidaklah mustahil jika suatu ketika ada satu laki-laki dating kepada kita,
Untuk mengikat kita, tapi bukan sebagai istri.
Pacar, HTS-an, menge-take kita, apapun itu.
Jika kamu pikir dia adalah laki-laki yang saleh,
Ketahuilah bahwa orang yang saleh tidak akan mendahului ketentuan Allah,
Untuk mencoba-coba berpasangan, sebelum ia bertemu dengan jodohnya,
Sebelum ia betul-betul berpasangan dengan seorang perempuan,
Di atas janji suci, di hadapan Allah.
Jika kamu pikir dia adalah laki-laki yang baik,
Ketahuialah bahwa orang baik tidak akan menodaimu,
Dengan zina yang ia torehkan padamu,
Orang yang baik pasti tidak akan membiarkan dirimu berhubungan dengannya,
Agar kamu tetap mempunyai hati yang bersih.
Jika kamu pikir dia adalah laki-laki yang dewasa,
Ketahuilah bahwa orang dewasa adalah orang yang berani bertanggung jawab atas segala perbuatannya.
Orang yang bertanggung jawab atas apa yang ia lakukan, tidak hanya kepada dirinya dan dirimu saja.
Tapi juga kepada Allah Azza wa Jalla.
Jika kamu pikir dia adalah laki-laki yang pengertian,
Ketahuilah bahwa orang yang pengertian seharusnya terlebih dahulu mengerti akan kedudukannya sebagai makhluk Allah,
Bahwa kewajiban-Nya untuk mengikuti perintah-Nya, menjauhi larangan-Nya, bahkan tidak mendekati apa yang menurutnya syubhat,
Ya, seperti menjalin hubungan denganmu itu.
Sulit untuk istiqamah, sulit untuk menghindari itu semua.
Tapi semua ini akan kita nikmati dengan indah,
Apabila kita tetap ingat bahwa Allah satu-satunya kekasih kita.
Tidaklah mustahil jika suatu ketika ada satu laki-laki dating kepada kita,
Untuk mengikat kita, tapi bukan sebagai istri.
Pacar, HTS-an, menge-take kita, apapun itu.
Jika kamu pikir dia adalah laki-laki yang saleh,
Ketahuilah bahwa orang yang saleh tidak akan mendahului ketentuan Allah,
Untuk mencoba-coba berpasangan, sebelum ia bertemu dengan jodohnya,
Sebelum ia betul-betul berpasangan dengan seorang perempuan,
Di atas janji suci, di hadapan Allah.
Jika kamu pikir dia adalah laki-laki yang baik,
Ketahuialah bahwa orang baik tidak akan menodaimu,
Dengan zina yang ia torehkan padamu,
Orang yang baik pasti tidak akan membiarkan dirimu berhubungan dengannya,
Agar kamu tetap mempunyai hati yang bersih.
Jika kamu pikir dia adalah laki-laki yang dewasa,
Ketahuilah bahwa orang dewasa adalah orang yang berani bertanggung jawab atas segala perbuatannya.
Orang yang bertanggung jawab atas apa yang ia lakukan, tidak hanya kepada dirinya dan dirimu saja.
Tapi juga kepada Allah Azza wa Jalla.
Jika kamu pikir dia adalah laki-laki yang pengertian,
Ketahuilah bahwa orang yang pengertian seharusnya terlebih dahulu mengerti akan kedudukannya sebagai makhluk Allah,
Bahwa kewajiban-Nya untuk mengikuti perintah-Nya, menjauhi larangan-Nya, bahkan tidak mendekati apa yang menurutnya syubhat,
Ya, seperti menjalin hubungan denganmu itu.
Sulit untuk istiqamah, sulit untuk menghindari itu semua.
Tapi semua ini akan kita nikmati dengan indah,
Apabila kita tetap ingat bahwa Allah satu-satunya kekasih kita.
Cinta Dalam Diam
Published :
21.55
Author :
Pejuang Syahidah
Cintailah ia dalam diam, dari kejauhan, dengan kesederhanaan dan keikhlasan…
Ketika cinta kini hadir tidaklah untuk Yang Maha Mengetahui saat secercah rasa tidak lagi tercipta untuk Yang Maha Pencipta izinkanlah hati bertanya untuk siapa ia muncul dengan tiba-tiba…mungkinkah dengan ridha-Nya atau hanya mengundang murka-Nya…
Jika benar cinta itu karena Allah maka biarkanlah ia mengalir mengikuti aliran Allah karena hakikatnya ia berhulu dari Allah maka ia pun berhilir hanya kepada Allah..
“Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah.” (QS. Adz Dzariyat:49)
“Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu, danorang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelakidan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akanmemampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas(pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui. ” (QS. An Nuur: 32)
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukm uisteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasatenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang.Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tandabagi kaum yang berfikir. ” (QS. Ar-Ruum:21)
Tapi jika memang kelemahan masih nyata dipelupuk mata maka bersabarlah… berdo’alah… berpuasalah…
” Wahai kaum pemuda,siapa saja diantara kamu yang sudah sanggup untukmenikah,maka menikahlah,sesungguhnya menikah itu memelihara mata,danmemelihara kemaluan,maka bila diantara kamu belum sanggup untukmenikah,berpuasalah,karena ssungguhnya puasa tersebut sebagaipenahannya ” (Hadist)
“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatuperbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk. ” (QS. Al Israa’ :32)
Cukup cintai ia dalam diam…
bukan karena membenci hadirnya…tapi menjaga kesuciannya bukan karena menghindari dunia…tapi meraih surga-Nya bukan karena lemah untuk menghadapinya…tapi menguatkan jiwa dari godaan syaitan yang begitu halus dan menyelusup..
Cukup cintai ia dari kejauhan…
karena hadirmu tiada kan mampu menjauhkannya dari cobaan karena hadirmu hanya akan menggoyahkan iman dan ketenangankarena hadirmu mungkin saja ‘kan membawa kenelangsaan hati-hati yang terjaga…
Cukup cintai ia dengan kesederhanaan…
memupuknya hanya akan menambah penderitaan menumbuhkan harapan hanya akan mengundang kekecewaanmengharapkan balasan hanya akan membumbui kebahagiaan para syaitan…
Maka cintailah ia dengan keikhlasan
karena tentu kisah fatimah dan ali bin abi thalib diingini oleh hati…tapi sanggupkah jika semua berakhir seperti sejarah cinta Salman Al Farisi…?
“
…boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. ” (QS. AlBaqarah:216)
“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, danlaki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), danwanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-lakiyang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yangdituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduhitu). Bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga)” (QS.An Nuur:26)
Cukup cintai ia dalam diam dari kejauhan dengan kesederhanaan dan keikhlasan…
karena tiada yang tahu rencana Tuhan…mungkin saja rasa ini ujian yang akan melapuk atau membeku dengan perlahan
karena hati ini begitu mudah untuk dibolak-balikan…serahkankan rasa yang tiada sanggup dijadikan halal itu pada Yang Memberi dan Memilikinya biarkan ia yang mengatur semuanya hingga keindahan itu datang pada waktunya…
“Barangsiapa menjaga kehormatan orang lain, pasti kehormatan dirinya akan terjaga.” (Umar bin Khattab ra.)
http://kembanganggrek.wordpress.com/2010/08/21/cinta-dalam-diam/
Ketika cinta kini hadir tidaklah untuk Yang Maha Mengetahui saat secercah rasa tidak lagi tercipta untuk Yang Maha Pencipta izinkanlah hati bertanya untuk siapa ia muncul dengan tiba-tiba…mungkinkah dengan ridha-Nya atau hanya mengundang murka-Nya…
Jika benar cinta itu karena Allah maka biarkanlah ia mengalir mengikuti aliran Allah karena hakikatnya ia berhulu dari Allah maka ia pun berhilir hanya kepada Allah..
“Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah.” (QS. Adz Dzariyat:49)
“Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu, danorang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelakidan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akanmemampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas(pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui. ” (QS. An Nuur: 32)
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukm uisteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasatenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang.Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tandabagi kaum yang berfikir. ” (QS. Ar-Ruum:21)
Tapi jika memang kelemahan masih nyata dipelupuk mata maka bersabarlah… berdo’alah… berpuasalah…
” Wahai kaum pemuda,siapa saja diantara kamu yang sudah sanggup untukmenikah,maka menikahlah,sesungguhnya menikah itu memelihara mata,danmemelihara kemaluan,maka bila diantara kamu belum sanggup untukmenikah,berpuasalah,karena ssungguhnya puasa tersebut sebagaipenahannya ” (Hadist)
“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatuperbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk. ” (QS. Al Israa’ :32)
Cukup cintai ia dalam diam…
bukan karena membenci hadirnya…tapi menjaga kesuciannya bukan karena menghindari dunia…tapi meraih surga-Nya bukan karena lemah untuk menghadapinya…tapi menguatkan jiwa dari godaan syaitan yang begitu halus dan menyelusup..
Cukup cintai ia dari kejauhan…
karena hadirmu tiada kan mampu menjauhkannya dari cobaan karena hadirmu hanya akan menggoyahkan iman dan ketenangankarena hadirmu mungkin saja ‘kan membawa kenelangsaan hati-hati yang terjaga…
Cukup cintai ia dengan kesederhanaan…
memupuknya hanya akan menambah penderitaan menumbuhkan harapan hanya akan mengundang kekecewaanmengharapkan balasan hanya akan membumbui kebahagiaan para syaitan…
Maka cintailah ia dengan keikhlasan
karena tentu kisah fatimah dan ali bin abi thalib diingini oleh hati…tapi sanggupkah jika semua berakhir seperti sejarah cinta Salman Al Farisi…?
“
…boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. ” (QS. AlBaqarah:216)
“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, danlaki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), danwanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-lakiyang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yangdituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduhitu). Bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga)” (QS.An Nuur:26)
Cukup cintai ia dalam diam dari kejauhan dengan kesederhanaan dan keikhlasan…
karena tiada yang tahu rencana Tuhan…mungkin saja rasa ini ujian yang akan melapuk atau membeku dengan perlahan
karena hati ini begitu mudah untuk dibolak-balikan…serahkankan rasa yang tiada sanggup dijadikan halal itu pada Yang Memberi dan Memilikinya biarkan ia yang mengatur semuanya hingga keindahan itu datang pada waktunya…
“Barangsiapa menjaga kehormatan orang lain, pasti kehormatan dirinya akan terjaga.” (Umar bin Khattab ra.)
http://kembanganggrek.wordpress.com/2010/08/21/cinta-dalam-diam/
Celotehanku II
Published :
21.22
Author :
Pejuang Syahidah
Makin kurasakan makin menyesakkan bila datangnya hanya pas dibutuhkan...
Datang merayu, bukan merindu, tapi ada maksud yg belum kutahu.
Makin lama makin menyedihkan, menghilang tanpa ada kabar.
Menumpuk amanah ibarat pejabat yg meninggalkan banyak hutang. Pergi tanpa pertanggung jawaban.
Terlalu banyak meminta hak, sedang kewajiban terbengkalai tak karuan. Dipikirnya masih ada kawan yg mengerjakan.
Makin lama makin tak karuan.
Amanah dianggap beban, bingung membagi pilihan.
Ngerjainnya ogah2an. Biarin kalo gak maksimal. Isinya menuntut tp gak mau dituntut. Isinya meminta tp tak mau memberi apa2.
Makin lama makin semrawut.
Sok2n banyak pikiran.
Gak bisa bagi jadwal. Gak mau tau urusan dakwah.
Kawan2 kelimpungan, masih bergaya sok mencari kesibukan.
Makin lama makin rusuh. Tiada ucapan selain mengeluh.
Makin lama makin tak bermakna. Tiap hari bilang kecewa, lebih baik pergi saja. Sampai bosan mendengarnya.
Datang merayu, bukan merindu, tapi ada maksud yg belum kutahu.
Makin lama makin menyedihkan, menghilang tanpa ada kabar.
Menumpuk amanah ibarat pejabat yg meninggalkan banyak hutang. Pergi tanpa pertanggung jawaban.
Terlalu banyak meminta hak, sedang kewajiban terbengkalai tak karuan. Dipikirnya masih ada kawan yg mengerjakan.
Makin lama makin tak karuan.
Amanah dianggap beban, bingung membagi pilihan.
Ngerjainnya ogah2an. Biarin kalo gak maksimal. Isinya menuntut tp gak mau dituntut. Isinya meminta tp tak mau memberi apa2.
Makin lama makin semrawut.
Sok2n banyak pikiran.
Gak bisa bagi jadwal. Gak mau tau urusan dakwah.
Kawan2 kelimpungan, masih bergaya sok mencari kesibukan.
Makin lama makin rusuh. Tiada ucapan selain mengeluh.
Makin lama makin tak bermakna. Tiap hari bilang kecewa, lebih baik pergi saja. Sampai bosan mendengarnya.
Langganan:
Komentar (Atom)
Labels
- akhlak (1)
- anak (1)
- ANC (Kehamilan) (1)
- cinta (14)
- curcol..hihihi (5)
- dakwah (8)
- epidemiologi (1)
- Fiqih (1)
- hikmah (6)
- INC (persalinan) (2)
- matkul fkm (2)
- medis (14)
- motivasi (5)
- nifas (3)
- ukhuwah (9)
- yankes (1)
